Jumat, 18 Januari 2013

Satu stel Jas Hujan Ayah (Part 1)

Suara hujan pekak menganggu telinga. Sudah seminggu Raina tidak bisa tidur karena hujan sangat deras di luar. Air hujan tak hanya masuk melalui lubang-lubang atap seng saja, tapi mulai menyusup diam-diam masuk ke sela-sela pintu rumah Raina yang terbuat dari sisa-sisa triplek.

Bukan karena suara petir saja yang membuat Raina terganggu, tapi atap rumah Raina yang terbuat dari seng, sontak membuat suara hujan yang jatuh di atap seperti orang memukul-mukul seng membuat Raina sesekali melihat ke atas langit-langit kamarnya. Raina ketakutan kalau atap seng ini akan rubuh menimpa tubuh kurusnya. Belum lagi bocoran atap yang membuat Raina harus bergeser-geser posisi tidur.

Di luar kamar Raina, Kasim sang Ayah tengah sibuk berjaga-jaga kalau-kalau air hujan masuk ke dalam rumah semakin banyak. Sepuluh baskom plastik sudah sedia di tempat masing-masing, siap menampung bocoran air hujan dari atap rumah. Bolak-balik Kasim mengecek garis yang di buatnya di depan pintu, untuk mengukur seberapa air yang sudah masuk. 

5 gelas kopi hitam sudah ia teguk mulai dari pukul delapan malam hingga pukul 3 pagi. Matanya sudah mulai berair menahan kantuk. Tapi diurungkannya, ia terus terjaga dari malam hingga subuh ini. Setiap baskom yang telah penuh air bocoran, Kasim membuangnya ke luar.

"Ayah ... "rengek Raina berjalan ke luar kamarnya.
"Rainaa ..."Kasim kaget melihat Raina basah kuyup. "Putri ayah kenapa bajunya basah ?" tanya ayah sambil menyeka air yang ada di wajah Raina.
Raina menatap wajah ayahnya dan memeluk ayahnya erat. "Ayaahh, Raina takuttt, "ujar bibir Raina sambil mengigil kedinginan.
"Putri ayah jangan takut ya, ayah di sini sayang. Ayoo sekarang putri ayah tukar bajunya, lalu kembali tidur ya, " Kasim memeluk erat putri semata wayangnya dan mencium keningnya, mengelus-elus rambutnya.

Sebulir air jatuh menimpa pipinya yang mulai berkerut. Kali ini bukan air hujan, tapi air mata kegetiran Kasim yang tinggal di rumah seng sepetak di gang sempit Ibu kota. Di ingatnya lima tahun yang lalu, Kasim harus ikhlas melepas kepergian istri yang sangat dicintainya. Ibu dari Raina harus meregang nyawa saat banjir hebat melanda Ibu kota dan lima tahun yang lalu Raina harus lahir prematur, saat rumah yang ditinggalinya sekarang banjir. 

"Ayah, ayah kenapa belum tidur ?" tanya Raina di dalam pelukan Kasim.
"Ayah belum mengantuk sayang". Raina menatap tajam bola mata ayahnya, untuk mempertegas apakah memang ayahnya belum mengantuk.
Untuk mengalihkannya, Kasim hendak mengambil baju ganti Raina. "Putri ayah tunggu di sini ya, ayah akan ambilkan salinan baju yang kering, "

Kasim masuk ke dalam kamar Raina. Sebentar Kasim menahan nafasnya saat menyibakan gorden sebagai pintu kamar. Kasim lekat-lekat memandang sekeliling kondisi kamar Raina, kamar yang pernah ia tempati. Tak ada sehelai tikar pun, sebagai alas tidur Raina. Hanya kardus lembab dan basah yang di alasi dengan baju Raina. Raina tidur di atas lima potong bajunya, agar tidak kedinginan. 

Kasim pun mencoba mencari baju Raina yang lain. Sayangg, hanya ada satu stel jas hujan tergantung di dinding kamar yang semakin beku.  Kasim tercekak. Tak kuasa lagi membendung air matanya. Suara lirih tangisannya tak kuasa ia sembunyikan. "Rainaaa, maafkan ayah ..."

"Ayah ... "seru Raina dari luar kamarnya.

*bersambung*


Minggu, 13 Januari 2013

Negeri Antah Berantah

Dimanakah negeri antah berantah itu ? Negeri seperti dalam dongeng-dongeng. Negeri dongeng yang segalanya mungkin terjadi. Manusia terbang, hewan-hewan berbicara dengan manusia, keluarga tumbuh-tumbuhan hidup harmonis dan semesta yang bisa berdiskusi dengan bumi. Ahh! aku ingin sekali ke sana.

Sudah lama aku memimpikan bisa terbang sampai ke negeri antah berantah itu. Aku ingin menciptakan segala khayalan di kepalaku terjadi. Aku ingin menjadikan mimpi-mimpi itu nyata adanya, meski hanya dalam dongeng negeri antah berantah.

Aku ingin meramu segala teori semu kuadrat di kepalaku, aku ingin mengaduknya di dalam ruang imajinasiku, satu dengan realita, satu dengan khalayan maka terciptalah teori baru bernama Kenyataan.

Negeriku, negeri antah berantah yang kusimpan di dalam kepala bodohku ini, yang setiap orang kerap mengejekku. Negeri yang selalu membuatku bercakap-cakap sendirian seperti orang kehilangan akal, yang setiap orang menyebutku si gila. Negeri mimpi yang membuatku menjadi nyata.

Tak ketinggalan negeri yang bisa membuat bunga bakung menjadi bernafas. Menciptakan kamu dari akar-akar pepohonan rimbun dengan daun-daun hijau segar berklorofil, supaya bisa meneduhkanku memberikan aku banyak oksigen lebih banyak di saat aku kehilangan nafas. Aku akan memberinya pupuk agar tetap kokoh berdiri menuntunku kelak. Menyiraminya dengan air yang turun dari langit. Ahh! pangeran akarku, belum merambat dan menjalar juga akar-akarmu itu menembus tanah surga yang kita pijak dan menjadi kehidupan kita kelak.

Tiba pada musimnya, bersemilah bunga-bunga yang akan menjadi buah yang ranum, yang sedianya akan dipetik. Kamu akan menghasilkan buah-buah yang sangat manis. Karena akarmu dan campuran ramuanku.

Aku sang juru ramu, kamu pangeran akarku, dan masa depan kita, buah yang tumbuh dari batang pohonmu.

Kelak, akan ada negeri antah berantah itu !! Bukan di dalam istana berlantai marmer atau bertiang emas. Tapi negeri itu ada di sini, di depan mata kita.



^Catherine^


Rabu, 09 Januari 2013

Pengharapan

Tahun baru memang sudah lewat, tapi gak ada kata terlambat membuat Pengharapan di tahun berbuntut kramat ini. Tiga belas atau dua ribu tiga belas.

Orang mungkin sudah banyak membuat harapan-harapan di tahun yang baru beranjak 9 hari ini. Punya kehidupan yang lebih baik, punya masa depan lebih terjamin, sehat, banyak berkat dan sebagainya, tapi aku justru membuat Peng-Harapan baru lagi di tahun ini. Harapan di tahun genap dua ribu dua belas yang lalu, aku kubur sedalam mungkin dan membuat Peng-Harapan baru. Ya, Peng-Harapan hanya di dalam Tuhan.

Bukan sok rohaniah, tapi kalau hanya membuat harapan tanpa pengharapan rasanya kering. Seperti kita haus  ingin meneguk segelas air. Ya, sudah aku putuskan harapan di tahun kemarin dengan berserah -- tapi tetap membangun Peng-Harapan baru, Peng-Harapan yang ada jaminanNya dan tidak sia-sia selama menunggu. Pengharapan di dalam Dia. Bapa yang tak pernah mengecewakanku.

(Mazmur 119:116 -- Topanglah aku sesuai janji-Mu, supaya aku hidup, dan jangan membuat aku malu dalam pengharapanku)

Amin.

^Catherine^



Senin, 19 November 2012

Without kiss, you can find your true love!

Apakabar dengan Damon dan Dyandra yah ?? Dua tokoh utama dalam project cerita bersama temanku, YP. Sebenarnya project udah lama ada, dan sudah berjalan, tapi hingga saat ini terhenti. Mungkin karena keduanya sama-sama sibuk.

Menurut objektifku, kisah cerita ini lumayan, ide gila membuat cerita romantis seperti ini tercetus saat kita berdua lagi jenuh-jenuhnya dengan analisis koran berlembar-lembar. Di ruang perpus media ternama ide membuat cerita kolaborasi pun dimulai, dan kita berdua semangat empat lima membagi job desk masing-masing untuk project ini. Gak ada tuh yang namanya ngantuk, lupa makan sampai lupa tugas kerjaan waktu itu, karena seharian cuma membahas bagaimana peran dan karakter dua tokoh utama ini.

Sampai akhirnya, dihari libur seperti sekarang aku tidak sengaja membuka project cerita ini di salah satu folder di komputer rumah. Data pertama yang kubuka adalah list nama. Berderet nama-nama dengan artinya. Aku tertawa dan senyum-senyum sendiri mengingat betapa aku mencintai cerita ini. Huft, sayangnya lagi-lagi kepending.

Folder berikutnya aku membuka salah satu file word berisi tempat-tempat menarik di Santorini, Oia dan lainnya. Ahh, jadi membayangkan aku bisa pergi ke tempat seindah itu bersama Damon. :P ... Setelah membuka beberapa file, tanganku bergerak ini menuangkan kerinduanku untuk bisa menulis project pribadi sendiri bersama YP.

Sebagai, gencatan pertama aku ingin menuangkan segala isi kepalaku di blog ini. Gak perduli akan ada yang baca atau tidak. Bagiku blog seperti buku diary berjalan. Gak perlu beli buku dan buang-buang kertas, tinggal nulis di blog. Lagipula, tulisan diblog ini bagus atau gak bukan dilihat dari berapa orang yang meninggalkan komentar, atau berapa banyak yang memberikan tanda like. Terpenting aku sudah menuangkan isi kepalaku hari ini. Dan ini namanya "terapi".

Ayoo, hidupkan lagi cerita Damon dan Dyandra ini. Pencarian cinta sejati yang tidak diukur dari sentuhan fisik semata. Tapi belajar membaca hati pasangan masing-masing. Damon dan Dyandra, membuktikan kalau cinta sejati bisa ditemukan disaat kamu merasa menemukan jalan pulang dari perjalananmu selama ini. Without kiss, you can find your true love!


Warm regards,


Catherine


Minggu, 18 November 2012

Mimpi ...

Mimpi diciptakan untuk menjadi bagian kenyataan dalam hidup kita!


Aku percaya mimpi itu ada dari anugerah Tuhan. Aku percaya dengan bermimpi, kita lebih peka terhadap sesama. Bermimpi membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Bermimpi melahirkan kekuatan yang kita pikir tidak kita miliki sebelumnya.

Namun, kutipan ini tepat untuk orang yang berani bermimpi dan menjalani proses meraih mimpi itu. Jangan coba-coba bermimpi bila kamu tidak berusaha keras manjalani prosesnya, ibarat pepatah, "Mimpi di siang bolong" kamu hanya menantikan mimpimu jatuh dari atas langit sana. Tidak begitu.

Mimpi itu anugerah Tuhan, kamu akan menjadi rekan dan partner Tuhan dalam menjalani setiap prosesnya. Setiap detiknya kamu akan merasakan betapa tangan Tuhan selalu terbuka lebar untuk menolong kita menggapai mimpi-mimpi itu. 

Kuncinya : Bermimpi - berusaha - berdoa - berserah - a dreams becoming part in your life ........ 

Semangat kawan, gak ada mimpi yang gak jadi kenyataan koq. Kuncinya seperti di atas.
Meski sebenarnya mimpi-mimpiku sendiri juga belum menjadi kenyataan, tapi aku mencoba menjalani prosesnya yang begitu lambat. Tidak masalah !!

So, bersiaplah mimpimu menjadi kenyataan (hidup) ...........


Warm regards


Catherine

Sabtu, 17 November 2012

Tersentuh dengar lagu ini!

http://www.youtube.com/watch?v=Ipl-rLRxOrs&feature=g-vrec


Terima kasih Owl City untuk lirik dan melodi lagumu yang menyentuh hatiku :)

Kamis, 15 November 2012

Ini tentang 15 ...

Tepat pukul 00.00 di tanggal 15, aku sengaja mematikan semua jaringan komunikasi dengan orang di luar sana. Mulai dari teman jauh, teman dekat, saudara, hingga kamu. Aku tak ingin mendengar suaramu, aku tak ingin melihat sebaris kata-kata dari kamu. Aku berusaha menghindar sejauh mungkin. Aku ingin tau seperti apa dunia tanpa komunikasi di zaman secanggih ini.

Saatnya mulai berpikir untuk melakukan hibernasi, setelah 14 hari aku berpikir masak-masak tentang keputusanku ini. Bukan masalah 1 atau 2 hal yang telah kita lewat selama 8 tahun bersama, tapi ribuan masalah lagi yang akan aku lewati tiap kali bersama kamu. Dan masalah itu seperti tidak ada habisnya. Sampai akhirnya ditanggal 14 aku sekarat. Sangat sekarat dan patah semangat. Aku kehabisan tenaga untuk berlari sendirian. Aku mengalami stuck yang terlalu panjang. 

Seperti yang kuceritakan di hari ke-14. Ini semacam tekad bulat atau setengah-setengah aku juga tidak tau, tapi aku berusaha untuk konsisten. Supaya tidak ada kepahitan antara aku dan kamu kelak. Berusaha tegar, tidak meneteskan airmata subuh itu, tapi maaf, akhirnya aku menangis, malah sampai seunggukan. Menyesali keputusan atau pembuatan target ? Entahlah ... 

Selama beberapa hari aku hibernasi nekat. Mengajak hati pergi tanpa dituju, menyelami setiap tahun yang sudah kita lewati. Mengingat-ingat setiap 26 tahun yang sudah kujalani. Kini tanpa apapun, hibernasi kulakukan di sebuah sudut bumi, di bawah kolong langit, aku tak ingin tergantung dengan siapapun, sampai segala macam janji aku ingkari. Maaf, aku sudah ingkar janji ....

Sampai akhirnya kakiku merasa lunglai, minta diistirahatkan. Entah bagaimana bila kaki ini suatu saat tak lagi dapat bekerja sama dengan baik. Ahh, menyeramkan.

Selama perjalanan hibernasi, tak ada lilin angka 26, tak ada cake coklat, tak ada kado-kado, dan tak ada perayaan besar, tak ada surprise seperti tahun-tahun lalu. Aku sendiri tak tau apakah kamu juga ingat tanggal ini. Cukup perayaan sendirian, mengheningkan hati, menyepikan pikiran. Jauh jauh dari semuanya!!

Di tanggal 15 aku sendirian, aku hanya berdua denganNya. Sendirian aku memanjatkan doa, harapan dan mengucapkan maaf untuk kesalahanku selama 26 tahun. Begitu banyak kesalahan, rasa bersalah dan ketidak taatanku selama itu. 

Dari lubuk hatiku yang tak terjamah oleh siapapun, "Selamat ulang tahun diriku sendiri, selamat melewati satu tahun ke depan dan seterusnya. Semoga Tuhan cukupkan segalanya dan semoga Tuhan besertaku selama-lamanya,"ujarku diakhir doaku saat itu. Amin.

Warm regards,


Catherine