Ini babak baru setelah angka tiga kemarin.
Kemarahan pada satu kondisi membuatku semakin ingin keluar dari tempurung pengap yang membuat ruang gerakku terbatas. Jalan mulus untuk mendapat sesuatu, tidak memiliki arti berbagi diri sendiri atau orang lain, dibanding jalan terjal yang harus dilewati.
Pagi ini, aku terbangun dengan harapan, bisa melupakan kejadian semalam yang membuat hati kecewa. Banyak hal kekecewaan yang sering melanda dan membuat aku ingin sekali berani meninggalkannya. Perasaan ini tidak bisa dijelaskan secara rinci, hanya setiap kali pikiran itu datang, aku ingin sekali marah, meneriakan di telinganya tentang apa yang kurasa, itu karena perbuatannya.
Hari ini, aku mencoba mencari dan menimbang-nimbang kira-kira tujuan mana yang bisa kutuju dengan kemampuan bahasaku yang minim. Pencarian ini tidak sekedar membunuh waktu, menemukan jalan keluar dan melupakan masalah. Ada semburat kecewa meski baru dua tujuan yang kubuka, mereka sudah menutup pendaftaran, dan akan dibuka di musim depan, Ohh tidak apa-apa, artinya aku harus mempersiapkan banyak hal (mental dan niat yang paling penting) semoga target ini tidak tertunda lagi, meski target untuk membangun sebuah rumah tangga kecil harus kulupakan dulu. Mungkin dengan sendirinya target itu akan terwujud satu persatu seiring aku menemukan duniaku sendiri.
Aku hanya percaya satu hal, "Niat dan usaha yang keraslah yang bisa memetik buah yang banyak, dan akan panen diwaktu yang tepat"
This new round after scoring three yesterday.
Anger at the conditions made me even more to get out of the shell that makes stuffy space is limited. Smooth road to get something, do not have a shared sense of self or others, than a steep road that must be overcome.
This morning, I woke up with hope, can not forget what happened last night that made hearts disappointed. Many things are often plagued disappointment and makes me eager to dare to leave. This feeling can not be described in detail, only every time the thought came, I wanted to be angry, shouting in his ear about what I think, it's because of his actions.
Today, I tried to find and weigh about which goals can kutuju with my language skills are minimal. This search is not just killing time, find a way out and forget about the problem. There was a tinge of disappointment though only two goals opened, they've closed registration, and will be opened in the next season, Ohh, that's okay, that means I have to prepare a lot of things (mental and intentions of the most important) is the target may not delayed again although the target to build a small household had forgotten first. Maybe by itself the target will be realized one by one as I find my own world.
I just believe in one thing, "Intention and effort that could be hard at a lot of fruit picking, and will harvest at a time when the right time"
Warm regards,
Catherine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar