Rabu, 09 Januari 2013

Pengharapan

Tahun baru memang sudah lewat, tapi gak ada kata terlambat membuat Pengharapan di tahun berbuntut kramat ini. Tiga belas atau dua ribu tiga belas.

Orang mungkin sudah banyak membuat harapan-harapan di tahun yang baru beranjak 9 hari ini. Punya kehidupan yang lebih baik, punya masa depan lebih terjamin, sehat, banyak berkat dan sebagainya, tapi aku justru membuat Peng-Harapan baru lagi di tahun ini. Harapan di tahun genap dua ribu dua belas yang lalu, aku kubur sedalam mungkin dan membuat Peng-Harapan baru. Ya, Peng-Harapan hanya di dalam Tuhan.

Bukan sok rohaniah, tapi kalau hanya membuat harapan tanpa pengharapan rasanya kering. Seperti kita haus  ingin meneguk segelas air. Ya, sudah aku putuskan harapan di tahun kemarin dengan berserah -- tapi tetap membangun Peng-Harapan baru, Peng-Harapan yang ada jaminanNya dan tidak sia-sia selama menunggu. Pengharapan di dalam Dia. Bapa yang tak pernah mengecewakanku.

(Mazmur 119:116 -- Topanglah aku sesuai janji-Mu, supaya aku hidup, dan jangan membuat aku malu dalam pengharapanku)

Amin.

^Catherine^



Senin, 19 November 2012

Without kiss, you can find your true love!

Apakabar dengan Damon dan Dyandra yah ?? Dua tokoh utama dalam project cerita bersama temanku, YP. Sebenarnya project udah lama ada, dan sudah berjalan, tapi hingga saat ini terhenti. Mungkin karena keduanya sama-sama sibuk.

Menurut objektifku, kisah cerita ini lumayan, ide gila membuat cerita romantis seperti ini tercetus saat kita berdua lagi jenuh-jenuhnya dengan analisis koran berlembar-lembar. Di ruang perpus media ternama ide membuat cerita kolaborasi pun dimulai, dan kita berdua semangat empat lima membagi job desk masing-masing untuk project ini. Gak ada tuh yang namanya ngantuk, lupa makan sampai lupa tugas kerjaan waktu itu, karena seharian cuma membahas bagaimana peran dan karakter dua tokoh utama ini.

Sampai akhirnya, dihari libur seperti sekarang aku tidak sengaja membuka project cerita ini di salah satu folder di komputer rumah. Data pertama yang kubuka adalah list nama. Berderet nama-nama dengan artinya. Aku tertawa dan senyum-senyum sendiri mengingat betapa aku mencintai cerita ini. Huft, sayangnya lagi-lagi kepending.

Folder berikutnya aku membuka salah satu file word berisi tempat-tempat menarik di Santorini, Oia dan lainnya. Ahh, jadi membayangkan aku bisa pergi ke tempat seindah itu bersama Damon. :P ... Setelah membuka beberapa file, tanganku bergerak ini menuangkan kerinduanku untuk bisa menulis project pribadi sendiri bersama YP.

Sebagai, gencatan pertama aku ingin menuangkan segala isi kepalaku di blog ini. Gak perduli akan ada yang baca atau tidak. Bagiku blog seperti buku diary berjalan. Gak perlu beli buku dan buang-buang kertas, tinggal nulis di blog. Lagipula, tulisan diblog ini bagus atau gak bukan dilihat dari berapa orang yang meninggalkan komentar, atau berapa banyak yang memberikan tanda like. Terpenting aku sudah menuangkan isi kepalaku hari ini. Dan ini namanya "terapi".

Ayoo, hidupkan lagi cerita Damon dan Dyandra ini. Pencarian cinta sejati yang tidak diukur dari sentuhan fisik semata. Tapi belajar membaca hati pasangan masing-masing. Damon dan Dyandra, membuktikan kalau cinta sejati bisa ditemukan disaat kamu merasa menemukan jalan pulang dari perjalananmu selama ini. Without kiss, you can find your true love!


Warm regards,


Catherine


Minggu, 18 November 2012

Mimpi ...

Mimpi diciptakan untuk menjadi bagian kenyataan dalam hidup kita!


Aku percaya mimpi itu ada dari anugerah Tuhan. Aku percaya dengan bermimpi, kita lebih peka terhadap sesama. Bermimpi membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Bermimpi melahirkan kekuatan yang kita pikir tidak kita miliki sebelumnya.

Namun, kutipan ini tepat untuk orang yang berani bermimpi dan menjalani proses meraih mimpi itu. Jangan coba-coba bermimpi bila kamu tidak berusaha keras manjalani prosesnya, ibarat pepatah, "Mimpi di siang bolong" kamu hanya menantikan mimpimu jatuh dari atas langit sana. Tidak begitu.

Mimpi itu anugerah Tuhan, kamu akan menjadi rekan dan partner Tuhan dalam menjalani setiap prosesnya. Setiap detiknya kamu akan merasakan betapa tangan Tuhan selalu terbuka lebar untuk menolong kita menggapai mimpi-mimpi itu. 

Kuncinya : Bermimpi - berusaha - berdoa - berserah - a dreams becoming part in your life ........ 

Semangat kawan, gak ada mimpi yang gak jadi kenyataan koq. Kuncinya seperti di atas.
Meski sebenarnya mimpi-mimpiku sendiri juga belum menjadi kenyataan, tapi aku mencoba menjalani prosesnya yang begitu lambat. Tidak masalah !!

So, bersiaplah mimpimu menjadi kenyataan (hidup) ...........


Warm regards


Catherine

Sabtu, 17 November 2012

Tersentuh dengar lagu ini!

http://www.youtube.com/watch?v=Ipl-rLRxOrs&feature=g-vrec


Terima kasih Owl City untuk lirik dan melodi lagumu yang menyentuh hatiku :)

Kamis, 15 November 2012

Ini tentang 15 ...

Tepat pukul 00.00 di tanggal 15, aku sengaja mematikan semua jaringan komunikasi dengan orang di luar sana. Mulai dari teman jauh, teman dekat, saudara, hingga kamu. Aku tak ingin mendengar suaramu, aku tak ingin melihat sebaris kata-kata dari kamu. Aku berusaha menghindar sejauh mungkin. Aku ingin tau seperti apa dunia tanpa komunikasi di zaman secanggih ini.

Saatnya mulai berpikir untuk melakukan hibernasi, setelah 14 hari aku berpikir masak-masak tentang keputusanku ini. Bukan masalah 1 atau 2 hal yang telah kita lewat selama 8 tahun bersama, tapi ribuan masalah lagi yang akan aku lewati tiap kali bersama kamu. Dan masalah itu seperti tidak ada habisnya. Sampai akhirnya ditanggal 14 aku sekarat. Sangat sekarat dan patah semangat. Aku kehabisan tenaga untuk berlari sendirian. Aku mengalami stuck yang terlalu panjang. 

Seperti yang kuceritakan di hari ke-14. Ini semacam tekad bulat atau setengah-setengah aku juga tidak tau, tapi aku berusaha untuk konsisten. Supaya tidak ada kepahitan antara aku dan kamu kelak. Berusaha tegar, tidak meneteskan airmata subuh itu, tapi maaf, akhirnya aku menangis, malah sampai seunggukan. Menyesali keputusan atau pembuatan target ? Entahlah ... 

Selama beberapa hari aku hibernasi nekat. Mengajak hati pergi tanpa dituju, menyelami setiap tahun yang sudah kita lewati. Mengingat-ingat setiap 26 tahun yang sudah kujalani. Kini tanpa apapun, hibernasi kulakukan di sebuah sudut bumi, di bawah kolong langit, aku tak ingin tergantung dengan siapapun, sampai segala macam janji aku ingkari. Maaf, aku sudah ingkar janji ....

Sampai akhirnya kakiku merasa lunglai, minta diistirahatkan. Entah bagaimana bila kaki ini suatu saat tak lagi dapat bekerja sama dengan baik. Ahh, menyeramkan.

Selama perjalanan hibernasi, tak ada lilin angka 26, tak ada cake coklat, tak ada kado-kado, dan tak ada perayaan besar, tak ada surprise seperti tahun-tahun lalu. Aku sendiri tak tau apakah kamu juga ingat tanggal ini. Cukup perayaan sendirian, mengheningkan hati, menyepikan pikiran. Jauh jauh dari semuanya!!

Di tanggal 15 aku sendirian, aku hanya berdua denganNya. Sendirian aku memanjatkan doa, harapan dan mengucapkan maaf untuk kesalahanku selama 26 tahun. Begitu banyak kesalahan, rasa bersalah dan ketidak taatanku selama itu. 

Dari lubuk hatiku yang tak terjamah oleh siapapun, "Selamat ulang tahun diriku sendiri, selamat melewati satu tahun ke depan dan seterusnya. Semoga Tuhan cukupkan segalanya dan semoga Tuhan besertaku selama-lamanya,"ujarku diakhir doaku saat itu. Amin.

Warm regards,


Catherine


Selasa, 13 November 2012

Senin, 12 November 2012

Dua belas merindu ...

Kamu sudah jauh, apakah sengaja menjauh dariku. Aku rindu, dan ini rindu ke 12 dari waktu yang telah kita lepaskan bersama. Ini rindu ke dua belas yang menghancurkan mimpi-mimpiku, mimpi terbesar bersama kamu kelak.

Aku menantikan 12 kali kabar dari kamu, kucoba sms, telepon bahkan mengirimkan pesan rindu melalui akun sosialmu. Tak ada, ini sudah dua belas jam berlalu, dan aku belum mendapatkan kabar dari kamu.

Sepagi ini pun aku bangun di pukul dua belas malam, aku menunggu kamu menyapaku dengan dua belas kata yang dulu sering kamu kirimkan ,"Selamat-tidur-peri-kecilku-Mimpi-indah-malam-ini-jangan-lupa berdoa-Gbu-". Cukup dua belas kata itu yang kutunggu, dan tak bergerak sedikit pun posisi standby ponselku. Tak ada tanda-tanda pesan masuk. "Ya, Tuhan ... sampai kapan ?"

Kutarik selimut dan menggigit ujung bantalku menahan perih. Berniat mematikan ponsel, tapi kutakut kalau kamu telepon, dan kamu kecewa karena ponselku mati. Akhirnya kubungkamkan ponsel itu di bawah bantalku, dan kupenjamkan mata, tak sengaja sebulir airmata masih hangat keluar dari pelupuk mataku. "Arghh,"aku mendesau dibalik selimut.

Pukul dua belas siang ini pun, aku mencoba menahan rindu untuk tidak melirik ponselku. Kenyataannya aku kalah. Kuraih ponselku, dan kutaruh di dada, berharap benar ada pesan dari kamu. Setengah menahan nafas, kulihat ... Ahh lagi-lagi tak ada. "Sudah jam dua belas lewat dua belas siang dan ini tanggal dua belas, " kuletakan ponsel itu dan berlari menuju kamar, kuhempaskan tubuhku sekuat mungkin supaya segala sakit di dalam hati bisa terobati.

"Kenapa merindukan kamu begitu menyakitkan, kenapa menunggu kamu begitu tersiksa. Ataukah kamu tak pernah merasakan seperti aku sekarang ini ? "teriakku seunggukan. Ingus, air mata bercampur di atas seprai kesayanganku.

Sesungguhnya aku berharap kamu tak pernah tau sesakit apa menunggu kamu. Tapi sekarang aku berharap kamu tau  aku memiliki dua belas alasan untuk merindukan kamu. Cuma untuk kamu.

Dan sekarang aku punya dua belas alasan untuk membenci kamu, dua belas alasan untuk meninggalkan kamu. Di sini aku kesakitan, di sini aku menahan perih, di sini aku kehabisan waktu, di sini aku kehilangan kebahagiaan, di sini aku meratapi nasib, di sini aku mengobati luka sendirian, di sini aku berlari tanpa henti, di sini aku kesepian, di sini aku merasa gila, di sini aku kecewa sendiri, di sini aku kesesakan, di sini aku menunggu kamu ... selamanya ....

Sesakit inikah dua belas ?

Warm regards,

Catherine