432000 detik waktu yang telah kita retas bersama …
Begitu banyak episode yang terlewat … begitu banyak cerita yang bergulir … dan sungguh aku menikmati setiap waktu 432000 detik itu bersama kamu. Meski hanya menjadi kisah bahkan sejarah perjalanan aku dan kamu…
Meski hanya menjadi tempat persinggahan hatimu yang sepi, kosong dan kering. Tak masalah buatku, karena begitulah caraku menyayangi kamu. Tak mengapa aku cuma menjadi pengingat setiap gerakan semangatmu … aku cuma ingin kamu berubah … perubahanmu adalah semangat sekaligus obat untukku …
Kamu telah menjadi candu yang membuat sistem kerjaku tidak fokus, kamu candu yang juga menyakiti sekaligus membahagiakanku… Tapi mengapa semua harus ku akhiri, tapi mengapa semua menyakitiku…
Aku seperti kehilangan arah, aku seperti kehilangan semangat.
Tak mudah bagiku untuk kembali fokus dari awal karena kamu telah merecoki alam sadarku. Semua aksara adalah tentang kamu, semua semangat adalah kamu..
Aku berpikir telah terlalu jauh melampaui hatimu, aku terlalu jauh membangun imajinasiku yang bodoh. Tak masalah, karena merangkai kata demi kata menjadi sebuah jalinan adalah tumpahan rasa dan refleksi hatiku sekaligus obat kedua yang menyembuhkanku….
Aku kehilangan teman bicara, sahabat sejati sekaligus kekasih semu …
432000 detik yang terlewat, semua terasa berat,hingga pagi ini pun aku harus memulai semua dari nol. Aku tak bermaksud apa-apa, aku hanya merasakan apa yang ku rasa…
ini adalah ciptaan dari 432000 detik bersamamu, sebelumnya benar-benar tak pernah ku rasa … aku hanya mampu memasang pagar tinggi, agar aku tak berusaha melompat… melewati batas awalku….
Imajinasi telah membodohi aku… tak kumiliki harap apapun dari kamu, karena aku melakukan dengan tulus, biarkan Tuhan yang berencana. Aku sungguh-sungguh takkan kan pernah benar-benar beranjak meninggalkan kamu, aku hanya berbelok untuk mencairkan hati ini yang hampir beku, mengkristal dan akan pecah,.. tumpah ruah menjadi air yang akan menenggelamkanku dengan dongeng-dongeng sebagai pengantar tempat peraduanku…
Mengakhiri tak semudah memulai dari awal. Ini seperti tembok besar yang harus ku daki, ini semua seperti samudera yang harus ku seberangi .
Dan ketika aku mulai mampu mencapai puncak dan aku telah menyebrang ke dasar hatimu.. tapi ternyata aku harus berbelok arah, meninggalkan kamu tanpa tahu apa yang tengah terjadi..
86400 detik pertama,…
Ini perjalanan manis sekaligus sejarah bagi jalan bisu itu …
Aku ingat betul episode yang telah diputar di jalan protokol ibukota. Aku ingat betul hingga hari ini apa yang tengah kita rancang demi keinginan kamu…
172800 detik kedua…
Ini awal dari perjalanan semangat kamu untuk menggapai mimpi, dan aku berada di samping kamu untuk mendampingi kamu… melumerkan semua keraguan kamu mengenai mimpi kamu untuk dapat berubah dan membahagiakan keluarga kamu…
Dengan mata masih mengantuk dan hampir tertidur, aku menjadi alarm kamu, mengingatkan setiap detail keperluan kamu untuk menggapai mimpi itu…
Dan hari itu kamu masih semangat, sangat semangat … Aku bangga dengan perubahan kamu,
Setiap kali senyummu terlukis, canda dan tawa menjadi peluru dan senjata aku mengenal kamu lebih dalam … dan aku mulai merasa ada yang beda dengan rasa ini, entah apa yang telah merecokiku malam itu…
259200 detik ketiga …
Masih sama dengan 172000 detik kedua, kamu masih terlihat sangat semangat … dan aku tetap jadi alarm penyemangat kamu. Meski mulai ada yang merecoki alam sadarku. Sekuat tenaga aku fokus dan tidak beranjak, karena aku janji dengan Sang Ilahi untuk kamu …
Itu dasar kompromiku antara egoku dan rasa yang mulai timbul … Tapi yang penting semangat buat kamu menggapai mimpi …
345600 detik keempat ..
Perjalanan kedua, ini yang menjadi cerita seru … setelah 259200 detik berkutat dengan diktat-diktat penentu masa depan kamu, akhirnya kita bisa merangkai mimpi bersama mereka.
Canda dan tawa di meja itu… layar lebar yang menjadi pelumer kebekuan, ternyata belum mampu meruntuhkan imajinasi bodohku. .. hahaha..
Hujan itu mengakrabkan aku dan kamu … dan aku berterima kasih Tuhan turunkan hujan malam itu…
Hujan itu penghapus laraku meski hanya beberapa detik saja …
Dan aku mulai melupakan masa laluku yang telah lama menjadi kerak dan menempel ..
432000 detik terakhir …
Detik inilah puncaknya … puncak dari segala rasa yang ku rasa. Karena aku tahu detik ini adalah kesempatan. Tapi mengapa semua beku dan membosankan …
Kamu diam dan aku diam. Aku tak tahu apa inginmu dan kamu tak tahu apa inginku…
Karena, kamu cuma diam dan aku juga diam… Semua terlewat tanpa tahu apa ada akhirnya …
Aku cuma diam karena, tak pahami hatimu. Aku takut menerka dan salah dari semua apa yang kutafsirkan … karena aku takut semua akan berubah, keadaan ini… aku takut bangunan yang kita bangun bersama aku runtuh menjadi rata, makanya aku hanya diam meski hati memaksaku untuk memuntahkannya …
Aku mulai merasa nyaman dengan 432000 detik bersama kamu, aku mulai merasa mampu meninggalkan masa laluku, tapi aku tak sungguh pahami hatimu dan entah sampai kapan aku harus menunggu waktu itu datang membangunkan dari mimpi ini ...
Cheers,
_Ch_
Dedicated for : Pria tampan 432000 detik kemarin …
26 June 2010
Kamis, 01 Juli 2010
Jumat, 25 Juni 2010
*REKAAN ATAU CIPTAAN *
Entah apalagi ini, semua dihadapku seolah memaksaku untuk memuntahkan semua ini …
Ragaku seolah tak ambil pusing, ego tak pernah kompromi seperti dulu, tak mampu aku mencerna lebih jauh apa yang tengah kutelan … semua rasa telah menggerogoti sistem fokusku. Dayaku melemah dan butuh energi …
Arghhh, ….
Aku masih berpegangan, semakin kuat, takut tergelincir ke dasar yang lebih dalam dan gelap, hingga tak mampu aku beranjak mencari jalan keluarnya,
Dahan yang rapuh, daun yang kering, rumput yang membusuk, semua menjadi peganganku untuk tetap bisa menahan diri agar tak terperosok ke dalam sana …
Dan kini aku cuma diam, hanya membeku, mengkristal, membiarkan setiap kesempatan menjadi seorang pemain utama terlewat, berputar tanpa ada pemainnya.
Aku bukan ingin bungkam atau berpura-pura tak perduli, tapi aku cuma ingin memastikan ini bukan rekaan yang lama-lama akan pudar dan menghitam, yang akan menyakiti diri sendiri.
Aku masih berpikir ini adalah rekaanku dan ciptaanku seorang,.
Apakah aku hanya me-reka atau mencipta imajinasiku … namun mengapa semua begitu nyata, apakah ini hasil konstruksi apa yang tengah diperhadapkan oleh seorang kerdil seperti aku ??
Entah pula itu realitas yang membodohi imajinasiku atau realitas yang tak pernah benar-benar kupahami. .. hingga terlewat tanpa ada pembuka, kunci dari semua pintu yang ada di depanku …
Seperti seorang pengelana, pelaut atau bahkan pengembara …
Aku mendatangi satu persatu pintu itu, untuk mencari satu kunci yang tepat, agar aku tidak kembali dipusingkan dengan pintu yang masih abu-abu dan penuh teka-teki.
Hah… sudahlah, biarkan episode berikutnya menerjang waktu sendiri, melangkahiku dan tak ingin ku pusingkan lagi (sebenarnya) namun apa kenyataannya ………
Cheers,
_Ch_
dedicated : wanita2 di luar sana . hahaha
Ragaku seolah tak ambil pusing, ego tak pernah kompromi seperti dulu, tak mampu aku mencerna lebih jauh apa yang tengah kutelan … semua rasa telah menggerogoti sistem fokusku. Dayaku melemah dan butuh energi …
Arghhh, ….
Aku masih berpegangan, semakin kuat, takut tergelincir ke dasar yang lebih dalam dan gelap, hingga tak mampu aku beranjak mencari jalan keluarnya,
Dahan yang rapuh, daun yang kering, rumput yang membusuk, semua menjadi peganganku untuk tetap bisa menahan diri agar tak terperosok ke dalam sana …
Dan kini aku cuma diam, hanya membeku, mengkristal, membiarkan setiap kesempatan menjadi seorang pemain utama terlewat, berputar tanpa ada pemainnya.
Aku bukan ingin bungkam atau berpura-pura tak perduli, tapi aku cuma ingin memastikan ini bukan rekaan yang lama-lama akan pudar dan menghitam, yang akan menyakiti diri sendiri.
Aku masih berpikir ini adalah rekaanku dan ciptaanku seorang,.
Apakah aku hanya me-reka atau mencipta imajinasiku … namun mengapa semua begitu nyata, apakah ini hasil konstruksi apa yang tengah diperhadapkan oleh seorang kerdil seperti aku ??
Entah pula itu realitas yang membodohi imajinasiku atau realitas yang tak pernah benar-benar kupahami. .. hingga terlewat tanpa ada pembuka, kunci dari semua pintu yang ada di depanku …
Seperti seorang pengelana, pelaut atau bahkan pengembara …
Aku mendatangi satu persatu pintu itu, untuk mencari satu kunci yang tepat, agar aku tidak kembali dipusingkan dengan pintu yang masih abu-abu dan penuh teka-teki.
Hah… sudahlah, biarkan episode berikutnya menerjang waktu sendiri, melangkahiku dan tak ingin ku pusingkan lagi (sebenarnya) namun apa kenyataannya ………
Cheers,
_Ch_
dedicated : wanita2 di luar sana . hahaha
Selasa, 22 Juni 2010
*Perjalanan itu *
Jelajahi seribu langkah …
Bersama kita meretas mimpi dan tawa bersama .
Sesekali kulihat kau dari belakang betapa elok rupamu .
Hingga menghentikan laju darahku ..
Imajinasiku mulai merecoki alam sadar ku hingga mencipta suatu realitas palsu ..
Namun tak kuperdulikan, karena perjalanan itu ….
Kembali kita melangkah, di sepanjang jalan yang penuh dengan cerita
Panjangnya jalan yang dituju, menjadi sebuah rangkaian cerita sarat makna
Lelahnya kaki bergerak tak terasa lagi karena, canda dan senyummu sebagai obatnya
Sekalipun harus tertatih-tatih, sekalipun harus kuseka peluh yang terus menetes di wajah
Betapa senang sore itu … berjalan mengitari setiap sudut Ibukota demi keinginan kamu.
Dulu aku hanya menapaki jalan itu sendirian, karena aku menyukai kesendirian.
Tapi kini kamu berada di sini, bukan di depan atau dibelakangku, tapi di sampingku …
Beribu cerita terlontar dari tiap kita, merangkai sebuah alunan perjalanan dan hanya akan menjadi sebuah sejarah … sejarah perjalanan kita …
Sudut kota yang dijejali dengan sepasang kaki manusia, roda-roda mesin yang berputar ternyata tak menyurutkan niat aku dan kamu menemukan inginmu …
Semakin kupercepat langkahku dan kamu menghentikan langkahku, “Jalannya pelan-pelan saja,”itu ucapmu suatu sore kemarin….
“Hahaha …” tawaku yang beringas meluncur begitu saja. “ Baiklah, “ lanjutku sambil sesekali tersenyum.
Setiap persekon, setiap sepermenit saat itu adalah cerita tentang aku dan kamu.
Karena tidak ada siap-siapa di sana …
Para eksekutor hanya menjadi pengamat, jalan bisu itu hanya mengendap-endap, sambil menerka ingin tahu apa yang kita lakukan bersama di sana … di jalan itu …
Dari matahari genit bercanda hingga bulan beradu dengan bintang, aku dan kamu masih melewati perjalanan itu.
Hingga benda-benda bisu yang berjejer di jalan, setia menerangi langkah aku dan kamu di kegelapan itu.
Namun episode ini harus berakhir … bukan mauku atau bukan maumu,
Tapi sang waktu melonceng dengan keras … “Sudah usai, bergegaslah kembali keperaduan kalian ” itu ucap si empunya waktu dan kita hanya dapat berdiam …
Betapa hari itu menjadi sangat istimewa ketika aku dan kamu berjalan bersama
Betapa sore itu akan menjadi sejarah dan kenangan, saksi semu ketika kita berjalan di masing-masing arah … dan waktu yang telah terlewat, mungkin tak akan kembali,
Karena kamu punya jalan sendiri dan aku akan berbelok arah, meninggalkan kamu suatu saat …
Cheers,
_Ch_
For : perjalanan itu… cerita tentang aku dan kamu di suatu sudut Ibukota …
210610
Bersama kita meretas mimpi dan tawa bersama .
Sesekali kulihat kau dari belakang betapa elok rupamu .
Hingga menghentikan laju darahku ..
Imajinasiku mulai merecoki alam sadar ku hingga mencipta suatu realitas palsu ..
Namun tak kuperdulikan, karena perjalanan itu ….
Kembali kita melangkah, di sepanjang jalan yang penuh dengan cerita
Panjangnya jalan yang dituju, menjadi sebuah rangkaian cerita sarat makna
Lelahnya kaki bergerak tak terasa lagi karena, canda dan senyummu sebagai obatnya
Sekalipun harus tertatih-tatih, sekalipun harus kuseka peluh yang terus menetes di wajah
Betapa senang sore itu … berjalan mengitari setiap sudut Ibukota demi keinginan kamu.
Dulu aku hanya menapaki jalan itu sendirian, karena aku menyukai kesendirian.
Tapi kini kamu berada di sini, bukan di depan atau dibelakangku, tapi di sampingku …
Beribu cerita terlontar dari tiap kita, merangkai sebuah alunan perjalanan dan hanya akan menjadi sebuah sejarah … sejarah perjalanan kita …
Sudut kota yang dijejali dengan sepasang kaki manusia, roda-roda mesin yang berputar ternyata tak menyurutkan niat aku dan kamu menemukan inginmu …
Semakin kupercepat langkahku dan kamu menghentikan langkahku, “Jalannya pelan-pelan saja,”itu ucapmu suatu sore kemarin….
“Hahaha …” tawaku yang beringas meluncur begitu saja. “ Baiklah, “ lanjutku sambil sesekali tersenyum.
Setiap persekon, setiap sepermenit saat itu adalah cerita tentang aku dan kamu.
Karena tidak ada siap-siapa di sana …
Para eksekutor hanya menjadi pengamat, jalan bisu itu hanya mengendap-endap, sambil menerka ingin tahu apa yang kita lakukan bersama di sana … di jalan itu …
Dari matahari genit bercanda hingga bulan beradu dengan bintang, aku dan kamu masih melewati perjalanan itu.
Hingga benda-benda bisu yang berjejer di jalan, setia menerangi langkah aku dan kamu di kegelapan itu.
Namun episode ini harus berakhir … bukan mauku atau bukan maumu,
Tapi sang waktu melonceng dengan keras … “Sudah usai, bergegaslah kembali keperaduan kalian ” itu ucap si empunya waktu dan kita hanya dapat berdiam …
Betapa hari itu menjadi sangat istimewa ketika aku dan kamu berjalan bersama
Betapa sore itu akan menjadi sejarah dan kenangan, saksi semu ketika kita berjalan di masing-masing arah … dan waktu yang telah terlewat, mungkin tak akan kembali,
Karena kamu punya jalan sendiri dan aku akan berbelok arah, meninggalkan kamu suatu saat …
Cheers,
_Ch_
For : perjalanan itu… cerita tentang aku dan kamu di suatu sudut Ibukota …
210610
Rabu, 16 Juni 2010
Ku Pikir ....
Ku pikir aku salah ... menerka dan mencipta imajinasi dan khayalan ini,.
namun semua terasa dekat dan hangat ... nyata tanpa kompromi.
sinar itu menerangi sisiku yang gelap ... senyum itu tanpa sengaja mewarnai hariku yang hitam ...
setiap tutur katanya adalah semangatku, setiap lekukan garis senyumnya ialah hariku ..
kini mengapa harus ku tinggalkan. fokusku kini telah berbelok dan melawan arus ...
dan mungkin semua harus diakhiri secepatnya, agar tak mengkristal dan pecah menjadi luapan amarah ..
bendungan airmata dan letusan kekecewaan ...
teringat sore, kau berikan senyum itu, namun bukan itu maksudmu ...
aku paham dari apa yang kau tahu, dan kini semua akan kembali dari awal.
tak mudah memang ... tapi seorang penggagas pernah mengatakan : cuma ada dua pilihan, karena pilihan lo nggak banyak "...
Remind set lagi dan lo bisa memilihnya ... butuh beberapa hari untuk lari sejenak. "ITU WAJAR".
itu kata sii penggagas setiap hari ....
Hingga kinipun aku belum memilih salah satunya ...
tak mudah menjatuhkan pilihan itu ...
maaf kawan, aku masih berembuk dengan ego, hati dan rasaku ...
belum terbaca oleh naluriku, episode yang tengah diputar ini ...
dan masih perlu dianalisis ...
Cheers,
_Ch_
namun semua terasa dekat dan hangat ... nyata tanpa kompromi.
sinar itu menerangi sisiku yang gelap ... senyum itu tanpa sengaja mewarnai hariku yang hitam ...
setiap tutur katanya adalah semangatku, setiap lekukan garis senyumnya ialah hariku ..
kini mengapa harus ku tinggalkan. fokusku kini telah berbelok dan melawan arus ...
dan mungkin semua harus diakhiri secepatnya, agar tak mengkristal dan pecah menjadi luapan amarah ..
bendungan airmata dan letusan kekecewaan ...
teringat sore, kau berikan senyum itu, namun bukan itu maksudmu ...
aku paham dari apa yang kau tahu, dan kini semua akan kembali dari awal.
tak mudah memang ... tapi seorang penggagas pernah mengatakan : cuma ada dua pilihan, karena pilihan lo nggak banyak "...
Remind set lagi dan lo bisa memilihnya ... butuh beberapa hari untuk lari sejenak. "ITU WAJAR".
itu kata sii penggagas setiap hari ....
Hingga kinipun aku belum memilih salah satunya ...
tak mudah menjatuhkan pilihan itu ...
maaf kawan, aku masih berembuk dengan ego, hati dan rasaku ...
belum terbaca oleh naluriku, episode yang tengah diputar ini ...
dan masih perlu dianalisis ...
Cheers,
_Ch_
Selasa, 15 Juni 2010
Sekali Lagi (Beranjak)
Sekali lagi, kau goreskan luka yang hampir mengering ...
ku tahu diriku takkan bisa berpaling dari rupamu,
namun sejujurnya aku jengah, namun aku takut ...
kini aku akan beranjak meninggalkanmu
kupikir hanya kamuflase dirimu untuk pergi tinggalkan aku...
dan ternyata kamu benar-benar pergi ...
tak kau indahkan kata sepakat yang dulu ada...
tak kau perduli, kerelaan aku dan kamu untuk memulainya meski banyak karang runcing ...
Sekali lagi aku salah ... aku salah memakai naluriku untuk kamu ...
kamu takkan pernah pahami, karena kamu hanya mematung dan membangun tembok ..
aku dan kamu semakin menjauh ... sangat menjauh ...
meski terpisah sepersejam ke tempat kau berada, tapi mengapa jaraknya bagai ribuan kilometer ...
tak hanya itu ....
perlu ratusan kilo untuk mencapai rupamu yang semakin berubah...
aku semakin tak mengenal kamu, aku semakin tak melihat kamu...
batas ini semakin tinggi, aku semakin kerdil dan gagahmu menjadi pertahananmu...
surut hatiku menunggu kamu, lelah hanya berharap pada rupamu ...
dan sekarang aku benar-benar ingin menghapus rupamu ...
mengering sudah bulir ini, cukup semua untuk kamu
dan aku akan mencoba beranjak ...
Cheers,
_Ch_
for : all, u can try n u can do ... come' on guys we can move on ... hurts ...
ku tahu diriku takkan bisa berpaling dari rupamu,
namun sejujurnya aku jengah, namun aku takut ...
kini aku akan beranjak meninggalkanmu
kupikir hanya kamuflase dirimu untuk pergi tinggalkan aku...
dan ternyata kamu benar-benar pergi ...
tak kau indahkan kata sepakat yang dulu ada...
tak kau perduli, kerelaan aku dan kamu untuk memulainya meski banyak karang runcing ...
Sekali lagi aku salah ... aku salah memakai naluriku untuk kamu ...
kamu takkan pernah pahami, karena kamu hanya mematung dan membangun tembok ..
aku dan kamu semakin menjauh ... sangat menjauh ...
meski terpisah sepersejam ke tempat kau berada, tapi mengapa jaraknya bagai ribuan kilometer ...
tak hanya itu ....
perlu ratusan kilo untuk mencapai rupamu yang semakin berubah...
aku semakin tak mengenal kamu, aku semakin tak melihat kamu...
batas ini semakin tinggi, aku semakin kerdil dan gagahmu menjadi pertahananmu...
surut hatiku menunggu kamu, lelah hanya berharap pada rupamu ...
dan sekarang aku benar-benar ingin menghapus rupamu ...
mengering sudah bulir ini, cukup semua untuk kamu
dan aku akan mencoba beranjak ...
Cheers,
_Ch_
for : all, u can try n u can do ... come' on guys we can move on ... hurts ...
Minggu, 13 Juni 2010
Sembunyi
Sembunyikan ... sembunyikan aku dari kekacauan ini..
kegaduhan yang membuat kepalaku berasap ..
hingga ingin meledak seperti bom waktu ...
tinggal hitungan detik semua akan porak poranda karena kekisruhan yang kini dihadapkan denganku ...
Aarghhh ... sungguh memuakkan ...
kegaduhan yang membuat kepalaku berasap ..
hingga ingin meledak seperti bom waktu ...
tinggal hitungan detik semua akan porak poranda karena kekisruhan yang kini dihadapkan denganku ...
Aarghhh ... sungguh memuakkan ...
Jangan Menyesal !!!
Masih terlalu dinikah aku untuk bermimpi ...
terlalu cepatkah aku untuk berangan-angan...
mencipta dan me-reka itu sendirian, tanpa ada si penggagas di sini...
mereka tengah berembuk melancarkan setiap misi kebahagiaan …
aku hanya terdiam tanpa banyak yang dapat kulakukan …
mendengar petuah-petuah mereka … pembangun imajinasi ku yang sebenarnya masih kosong …
sepagi ini lewat pesan maya, sebuah bibir mengucapkan kata yang sebenarnya menyudutkanku …
“Jangan menyesal !!!”, … apa yang harus disesali kawan …
Jalan yang berliku ini… jalan yang curam atau malah jalan yang tanpa arah …
Mengalir itu ada muara akhir, tapi mengapa aku tidak memilih ke muara mana ku bawa semua ini …
Sungguh kawan, aku tak memiliki daya yang kuat untuk memilih jalan …
Langkahku pun masih berat, karena di ujung sana tak kulihat sesosok bayangan dirinya…
Hatiku masih keras untuk beranjak, karena ku masih takut…. Sangat takut …
Realita sesungguhnya hanya membuat ku sakit, karena kupikir ini hanya rekaanku semata …
Tak dapat kutarik panah untuk memfokuskan pandanganku ke sana …
Aku hanya mampu mengintip dari gagahnya riangku dan perihnya lukaku …
Aku hanya berpikir, perasaanku ini mulai salah … apa menurut kalian juga begitu ??
Aku tahu Tuhan tidak pernah tidur...
Dia lebih tahu apa yang sebenarnya tidak ku ketahui, cara Tuhan penuh dengan kejutan dan aku menikmati apapun itu… Tuhan tak akan memberikan aku sakit yang sama seperti silam itu ...
Mengawali hari dengan doa dan mengakhiri hari dengan harapan dan asa, berharap semoga semua akan baik-baik saja … Begitu seterusnya … tanpa ku tahu kapan harus berhenti ….
Bila bernafas saja ada permili sekon untuk berhenti, untuk menarik dan menghembuskannya kembali… mengapa aku tidak ….
Bila ku tak mampu pahami hatinya, aku pun tak pahami hatiku… kami serupa dan kami segambar…tak banyak yang dapat terbaca oleh naluri perempuanku …
Semua terasa samar… halus dan tanpa roh.
Dan tahukan kamu kawan, aku masih terduduk, entah kapan harus bersender..
Tanpa tahu kapan harus berdiri, entah kapan harus terlelap …
Bukan inginku untuk membicarakan semua ini, tapi mereka bosan dengan ratapanku…
Lukaku yang terus bernanah di masa silam … sepeninggal sipembuat luka, aku hanya mampu terdiam, tertawa sekencang-kencangnya…hingga kalian tak mampu mendengar jerit tangisku …
Berlebihan … memang semua berlebih, di lebih-lebihkan bahkan hampir tumpah ruah, tanpa ada yang memungutnya kembali …
Di ujung hatiku, di penantian panjang ku, terkadang aku ingin mencoba jalan lurus itu… arah sungai itu yang akan membawaku ke muara jernih, sejernih matanya … seindah matanya …
Tapi perjalananku hanya sendirian dan aku takut dengan malam pekat itu yang tiba-tiba akan memerah seperti darah yang menetes dipelupuh lukaku yang bernanah …
Arghhhh …. Perih,
Sudahlah lupakan …
Suatu hari akan ku coba dan berharap rasa ini tak salah dan tak ada rasa sakit antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan kelak …
Cheers,
_Ch_
( this note from deep in my heart for all ….)
for : siapapun yang tengah merasakan hal yang sama ...bersemangatlah kawan !!!
terlalu cepatkah aku untuk berangan-angan...
mencipta dan me-reka itu sendirian, tanpa ada si penggagas di sini...
mereka tengah berembuk melancarkan setiap misi kebahagiaan …
aku hanya terdiam tanpa banyak yang dapat kulakukan …
mendengar petuah-petuah mereka … pembangun imajinasi ku yang sebenarnya masih kosong …
sepagi ini lewat pesan maya, sebuah bibir mengucapkan kata yang sebenarnya menyudutkanku …
“Jangan menyesal !!!”, … apa yang harus disesali kawan …
Jalan yang berliku ini… jalan yang curam atau malah jalan yang tanpa arah …
Mengalir itu ada muara akhir, tapi mengapa aku tidak memilih ke muara mana ku bawa semua ini …
Sungguh kawan, aku tak memiliki daya yang kuat untuk memilih jalan …
Langkahku pun masih berat, karena di ujung sana tak kulihat sesosok bayangan dirinya…
Hatiku masih keras untuk beranjak, karena ku masih takut…. Sangat takut …
Realita sesungguhnya hanya membuat ku sakit, karena kupikir ini hanya rekaanku semata …
Tak dapat kutarik panah untuk memfokuskan pandanganku ke sana …
Aku hanya mampu mengintip dari gagahnya riangku dan perihnya lukaku …
Aku hanya berpikir, perasaanku ini mulai salah … apa menurut kalian juga begitu ??
Aku tahu Tuhan tidak pernah tidur...
Dia lebih tahu apa yang sebenarnya tidak ku ketahui, cara Tuhan penuh dengan kejutan dan aku menikmati apapun itu… Tuhan tak akan memberikan aku sakit yang sama seperti silam itu ...
Mengawali hari dengan doa dan mengakhiri hari dengan harapan dan asa, berharap semoga semua akan baik-baik saja … Begitu seterusnya … tanpa ku tahu kapan harus berhenti ….
Bila bernafas saja ada permili sekon untuk berhenti, untuk menarik dan menghembuskannya kembali… mengapa aku tidak ….
Bila ku tak mampu pahami hatinya, aku pun tak pahami hatiku… kami serupa dan kami segambar…tak banyak yang dapat terbaca oleh naluri perempuanku …
Semua terasa samar… halus dan tanpa roh.
Dan tahukan kamu kawan, aku masih terduduk, entah kapan harus bersender..
Tanpa tahu kapan harus berdiri, entah kapan harus terlelap …
Bukan inginku untuk membicarakan semua ini, tapi mereka bosan dengan ratapanku…
Lukaku yang terus bernanah di masa silam … sepeninggal sipembuat luka, aku hanya mampu terdiam, tertawa sekencang-kencangnya…hingga kalian tak mampu mendengar jerit tangisku …
Berlebihan … memang semua berlebih, di lebih-lebihkan bahkan hampir tumpah ruah, tanpa ada yang memungutnya kembali …
Di ujung hatiku, di penantian panjang ku, terkadang aku ingin mencoba jalan lurus itu… arah sungai itu yang akan membawaku ke muara jernih, sejernih matanya … seindah matanya …
Tapi perjalananku hanya sendirian dan aku takut dengan malam pekat itu yang tiba-tiba akan memerah seperti darah yang menetes dipelupuh lukaku yang bernanah …
Arghhhh …. Perih,
Sudahlah lupakan …
Suatu hari akan ku coba dan berharap rasa ini tak salah dan tak ada rasa sakit antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan kelak …
Cheers,
_Ch_
( this note from deep in my heart for all ….)
for : siapapun yang tengah merasakan hal yang sama ...bersemangatlah kawan !!!
Langganan:
Postingan (Atom)