Tak bisakah kau lihat diriku
Tak cukupkah bahasa tubuhku
Katakan padamu
Bahwa ku tlah bosan
Tak bisakah kau baca hatiku
Tak bisakah kau baca hatiku
Bahwa diriku tak menginginkanmu lagi
Diriku kini tak menginginkanmu lagi
Katakan padamu
Bahwa ku tak tahan
Reff:
Kini ku tak mampu lagi
‘tuk ikuti caramu
Hanya membuatku sakit hati
Kini ku tak mau lagi
Jalanmu bukan jalanku
Dan kau tlah memilih
Kau tlah memilih
Tak mudah bagiku untuk
Meninggalkan dirimu
Tapi ku tak tahan lagi
Denganmu oh denganmu
Kembali ke Reff:
Kini ku tak mampu lagi
Hanya membuatku sakit hati
Kini ku tak mau lagi
Dan kau tlah memilih
Jumat, 14 Mei 2010
Senin, 10 Mei 2010
Ego dan Wanita Pecundang
Ketika hilang imajinasiku, ketika semua terhenti pada waktu yang cukup lama.
mengikis semua kepenatan menunggu. semua pergi begitu saja,
berlalu, datang, kembali dan pergi lagi, tanpa ku sadari kamu telah menjadi racun.
berikan aku, hentikan aku, genggam aku... ku mohon..
jangan kau biarkan aku melayang tanpa arah yang dituju..
kita telah melewati puluhan triliun detik, bahkan hampir semua setiap persekonnya adalah kamu.
semua cerita adalah tentang kita, tentang kamu, tentang mimpi kita..
namun semua itu terhimpit ketidakrasionalan..antara ego ku, cemasku dan rasa takut mu...
aku tak ingin menjadi bara tanpa api dan kamu tak mungkin menjadi bayangan tanpa wujud..
aku ingin menghilangkan jejakku, tanpa kau berani membuntuti ekorku...
namun kamu punya jurusnya, mematahkan langkahku yang hampir sampai..
aku tak berdaya dan kamu menjadi racun sekaligus penawar...
sulit terkatakan, sulit untuk memulai apalagi mengakhiri..
entah mengapa aku menjadi si dungu yang penakut,.
kanan kiri ku berujar " Ayolah, anda pasti bisa ".
HAH...bisa apanya. mungkin aku hanya bisa jadi wanita pecundang kelas kakap nomor satu.
membiarkan semua cerita berlalu begitu saja dan sibuk mendengarkan curahan orang..
hingga si ego mengecam ku dengan keras "Hey, wanita kapan kau mendengar dirimu sendiri, sementara kau sibuk dengan barisan cerita mereka".
ku jawab demikian " Hey...ego sejak kapan kau menjadi realistis, bukankah kau selalu saja merecoki pikiranku dengan keinginan-keinginanmu".
sentak si ego marah dan berkata " Baiklah wanita, akan ku buat kau menginginkannya sampai kau bertekuk dan tak dapat menjerit.."
Ayo tantang saya. ayo lakukan kalo kau bisa.
Tapi, semua terhenti dan hampir padam...
Mampus saya...matilah saya karena tantangan si ego....
..................Lalu ...................
Hati kecilku mencibir " Saya hampir kalah, jangan sampai ego melucuti kelemahanku"
"Rasakan semuanya wanita, kamu yang meminta ini kan, kamu telah membangunkan level tertinggi ku dan kamu akan menguras semua airmatamu, hingga kamu tak sanggup menjerit bahkan berlari", sambil menunjukkan taring dan mahkota bak Raja, memegang pedang dan siap-siap menikamku.
"Ampuni saya ego..." isakku
"Baiklah, tapi kamu harus jujur, tetap harus jujur..."
Arghhhhhh... tidak bisa...
"Ya sudahlah, biarkan semuanya..." lantas si ego pun menghapus setiap aksara yang menempel di kepalanya.
"Baiklah lupakan perbincangan kita ini.." Wanita pecundang berlalu begitu saja sampai waktu yang tidak ditentukan...
Hey wanita, mungkin ketakutan kerap kali melanda kita, apapun bentuk ketakutan itu. tapi ingat ketakutan itu hanya memberikan masalah baru. derap kembali langkahmu yang sempat terhenti meski tertatih-tatih sekalipun, terus dan terus kobarkan semangat keberanian, tunjukan wanita bukan menjadi pecundang ...
Cheers,
_Ch_
mengikis semua kepenatan menunggu. semua pergi begitu saja,
berlalu, datang, kembali dan pergi lagi, tanpa ku sadari kamu telah menjadi racun.
berikan aku, hentikan aku, genggam aku... ku mohon..
jangan kau biarkan aku melayang tanpa arah yang dituju..
kita telah melewati puluhan triliun detik, bahkan hampir semua setiap persekonnya adalah kamu.
semua cerita adalah tentang kita, tentang kamu, tentang mimpi kita..
namun semua itu terhimpit ketidakrasionalan..antara ego ku, cemasku dan rasa takut mu...
aku tak ingin menjadi bara tanpa api dan kamu tak mungkin menjadi bayangan tanpa wujud..
aku ingin menghilangkan jejakku, tanpa kau berani membuntuti ekorku...
namun kamu punya jurusnya, mematahkan langkahku yang hampir sampai..
aku tak berdaya dan kamu menjadi racun sekaligus penawar...
sulit terkatakan, sulit untuk memulai apalagi mengakhiri..
entah mengapa aku menjadi si dungu yang penakut,.
kanan kiri ku berujar " Ayolah, anda pasti bisa ".
HAH...bisa apanya. mungkin aku hanya bisa jadi wanita pecundang kelas kakap nomor satu.
membiarkan semua cerita berlalu begitu saja dan sibuk mendengarkan curahan orang..
hingga si ego mengecam ku dengan keras "Hey, wanita kapan kau mendengar dirimu sendiri, sementara kau sibuk dengan barisan cerita mereka".
ku jawab demikian " Hey...ego sejak kapan kau menjadi realistis, bukankah kau selalu saja merecoki pikiranku dengan keinginan-keinginanmu".
sentak si ego marah dan berkata " Baiklah wanita, akan ku buat kau menginginkannya sampai kau bertekuk dan tak dapat menjerit.."
Ayo tantang saya. ayo lakukan kalo kau bisa.
Tapi, semua terhenti dan hampir padam...
Mampus saya...matilah saya karena tantangan si ego....
..................Lalu ...................
Hati kecilku mencibir " Saya hampir kalah, jangan sampai ego melucuti kelemahanku"
"Rasakan semuanya wanita, kamu yang meminta ini kan, kamu telah membangunkan level tertinggi ku dan kamu akan menguras semua airmatamu, hingga kamu tak sanggup menjerit bahkan berlari", sambil menunjukkan taring dan mahkota bak Raja, memegang pedang dan siap-siap menikamku.
"Ampuni saya ego..." isakku
"Baiklah, tapi kamu harus jujur, tetap harus jujur..."
Arghhhhhh... tidak bisa...
"Ya sudahlah, biarkan semuanya..." lantas si ego pun menghapus setiap aksara yang menempel di kepalanya.
"Baiklah lupakan perbincangan kita ini.." Wanita pecundang berlalu begitu saja sampai waktu yang tidak ditentukan...
Hey wanita, mungkin ketakutan kerap kali melanda kita, apapun bentuk ketakutan itu. tapi ingat ketakutan itu hanya memberikan masalah baru. derap kembali langkahmu yang sempat terhenti meski tertatih-tatih sekalipun, terus dan terus kobarkan semangat keberanian, tunjukan wanita bukan menjadi pecundang ...
Cheers,
_Ch_
Sabtu, 08 Mei 2010
Cukup 2 Hari
Cukup hari ini dan esok,
aku meretas mimpi bersamamu...
cukup sejengkal nafasku berhembus kencang,
tak akan kuminta lebih karena kau sedang gundah.
Hatimu galau,hatiku gamang,
hingga kini tak ada yang mampu memilin hati bersama.
Entah kapan saatnya,
esok, lusa, 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun
bahkan hingga akhir yang kekal..
Meski tak cukup, tapi 2 hari terasa puas,
menggantikan 23 tahun 5 bulan 9 hari menunggu,.
Ternyata jenuhnya hari mampu terganti oleh 2 hari yg berwarna..
Aku ataupun kau tak ada yang pahaminya.
Hatiku keras,hatimu kuat..
Siapapun tak sanggup, hanya khalik yang mampu pahami rasaku...
Semakin ku melangkah, semakin gamang ku memilih,.
meyakini apa engkau yang tepat.
Tunjukan kesepakatan ini, antara ego dan rasaku..
Terpuas rindu, meski cukup 2 hari..
Mengganti tangismu menjadi riang..
dan kini aku mampu tuk melangkah lagi,.
Karena riangmu telah kembali,.
Senyum sudah terlukis dieloknya wajahmu,.
Namun bukan untukku,tapi untuk yang lain..
Cukup hari ini dan esok,
cukup 2 hari aku bermain dengan rasa,.
Biarkan aku lega meninggalkanmu untuk mimpimu yang lain.,.
Cheers,
_ch_
aku meretas mimpi bersamamu...
cukup sejengkal nafasku berhembus kencang,
tak akan kuminta lebih karena kau sedang gundah.
Hatimu galau,hatiku gamang,
hingga kini tak ada yang mampu memilin hati bersama.
Entah kapan saatnya,
esok, lusa, 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun
bahkan hingga akhir yang kekal..
Meski tak cukup, tapi 2 hari terasa puas,
menggantikan 23 tahun 5 bulan 9 hari menunggu,.
Ternyata jenuhnya hari mampu terganti oleh 2 hari yg berwarna..
Aku ataupun kau tak ada yang pahaminya.
Hatiku keras,hatimu kuat..
Siapapun tak sanggup, hanya khalik yang mampu pahami rasaku...
Semakin ku melangkah, semakin gamang ku memilih,.
meyakini apa engkau yang tepat.
Tunjukan kesepakatan ini, antara ego dan rasaku..
Terpuas rindu, meski cukup 2 hari..
Mengganti tangismu menjadi riang..
dan kini aku mampu tuk melangkah lagi,.
Karena riangmu telah kembali,.
Senyum sudah terlukis dieloknya wajahmu,.
Namun bukan untukku,tapi untuk yang lain..
Cukup hari ini dan esok,
cukup 2 hari aku bermain dengan rasa,.
Biarkan aku lega meninggalkanmu untuk mimpimu yang lain.,.
Cheers,
_ch_
Rabu, 05 Mei 2010
budak !!!
rasakan apa yang ingin kau rasa, nikmati apa yang seharusnya kau nikmati, aminkan yang menjadi harapmu..semua berjalan bukan tanpa proses, bergulir bukan tanpa roh, berputar bukan tanpa energi...
ada masamu, ada waktuku, bila tak hari ini, masih ada 24 jam yang tersedia bagimu, masih ada waktu dari sisa nafas yang dihembuskanNya bagimu...
bila pengkalkulasian menjadi kewajiban, coba hitung berapa lama waktu yang berlomba mengejar mu, berapa lama energi yang mengikis elokmu...
apakah keharusan memiliki senyum indah yang menjadi keagungan si pecinta atau bahkan menjadi sebuah keharusan mendekap tubuh kekar si pangeran,. apakah semua itu menjadi kewajiban tanpa pengecualian ???
semua berjalan harus tanpa arah, berproses dengan sistem yang dipatenkan, bukan mengalir begitu saja.
bila ternyata dengan senyum yang sarat makna menusuk sukma mu yang kering sekalipun, apakah harus menjadi seorang budak cinta,.
apabila mata indah, tubuh kekar, wangi yang mengharum, kasih yang meruah, namun akankan kita menjadi budak cinta...
TIDAK. itu jawabku.
coba perhatikan pertanyaan dari si empunya cinta, si budak cinta :
apa yang terpikir seseorang bila sedang patah hati ?
apa yang yang terbenam di benaknya ketika sedang menjomblo ?
apa yang dirasa ketika semua cinta beranjak, berarakan meninggalkan si budak cinta...
satu hal yang mungkin sama, saya, kamu, kalian akan terhenti dalam suatu masalah besar, sebuah lingkaran yang menghentikan sistem kehidupan mu, mematikan kobaran semangat mu...
itu karena cinta dan kita menjadi budak dari cinta !!!
Cheers,
_Ch_
ada masamu, ada waktuku, bila tak hari ini, masih ada 24 jam yang tersedia bagimu, masih ada waktu dari sisa nafas yang dihembuskanNya bagimu...
bila pengkalkulasian menjadi kewajiban, coba hitung berapa lama waktu yang berlomba mengejar mu, berapa lama energi yang mengikis elokmu...
apakah keharusan memiliki senyum indah yang menjadi keagungan si pecinta atau bahkan menjadi sebuah keharusan mendekap tubuh kekar si pangeran,. apakah semua itu menjadi kewajiban tanpa pengecualian ???
semua berjalan harus tanpa arah, berproses dengan sistem yang dipatenkan, bukan mengalir begitu saja.
bila ternyata dengan senyum yang sarat makna menusuk sukma mu yang kering sekalipun, apakah harus menjadi seorang budak cinta,.
apabila mata indah, tubuh kekar, wangi yang mengharum, kasih yang meruah, namun akankan kita menjadi budak cinta...
TIDAK. itu jawabku.
coba perhatikan pertanyaan dari si empunya cinta, si budak cinta :
apa yang terpikir seseorang bila sedang patah hati ?
apa yang yang terbenam di benaknya ketika sedang menjomblo ?
apa yang dirasa ketika semua cinta beranjak, berarakan meninggalkan si budak cinta...
satu hal yang mungkin sama, saya, kamu, kalian akan terhenti dalam suatu masalah besar, sebuah lingkaran yang menghentikan sistem kehidupan mu, mematikan kobaran semangat mu...
itu karena cinta dan kita menjadi budak dari cinta !!!
Cheers,
_Ch_
Selasa, 04 Mei 2010
Kertas
putih, tanpa pekat yang mengotori putihnya.
halus tanpa gumpalan yang melukai sisinya.
meski berwarna dan menggumpal sekalipun , takkan ada setitik noda pun yang hinggap bila tak ada si jahil yang nakal...
begitulah seharusnya, begitulah semestinya.,. tercipta bukan karena inginnya, tapi keinginan yang lain...
hanya menjadi alat, cukup menjadi bagian yang bisu dari cerita hidup..
semua tertuang dalam kesempurnaan, ya ituh menurut si empunya.,. bukan menurut yang lain.
semua tergores rapi, tanpa lipatan tanpa ada ruang kosong untuk yang lain.
semua tempat hanya miliknya, semua sisi kepunyaannya,.
seolah-olah di atas hitam di atas putih itu menjadi saksi perjalanannya..
tak ada yang tahu kecuali si KERTAS.
bangga menjadi kertas, dia cukup menjadi pendengar yang baik, tanpa dituntut untuk memberikan feedback sang majikan. apalagi masalah soal cinta, si kertas menjadi tempat curahan si empunya cerita, kertas siap menampungnya..
lain hal dengan segumpal tinta merah, gambaran yang menyiratkan kepedihan, amarah, luka, ancaman, masa lalu...enggan mendengarnya tetap saja kertas menjadi gol akhir si empunya cerita...
Kertas "enak yah hidupmu ", kata sehelai bulu tinta yang selalu menggerayangi tubuh kertas. jawab kertas " enak apanya, aku cuma menjadi tong sampah majikanku" setiap hari hanya kegaduhan yang dituangkannya, tak ada lagi kata-kata manis, cinta atau apalah,. "
bulu tinta TERDIAM. " yah memang seharusnya hidupmu seperti apa adanya "
Suasana menghening. Mereka sama-sama terdiam untuk waktu yang panjang.......
hingga si empunya tulisan menuntaskan ceritanya....
huftttthhh...
Cheers,
_Ch_
halus tanpa gumpalan yang melukai sisinya.
meski berwarna dan menggumpal sekalipun , takkan ada setitik noda pun yang hinggap bila tak ada si jahil yang nakal...
begitulah seharusnya, begitulah semestinya.,. tercipta bukan karena inginnya, tapi keinginan yang lain...
hanya menjadi alat, cukup menjadi bagian yang bisu dari cerita hidup..
semua tertuang dalam kesempurnaan, ya ituh menurut si empunya.,. bukan menurut yang lain.
semua tergores rapi, tanpa lipatan tanpa ada ruang kosong untuk yang lain.
semua tempat hanya miliknya, semua sisi kepunyaannya,.
seolah-olah di atas hitam di atas putih itu menjadi saksi perjalanannya..
tak ada yang tahu kecuali si KERTAS.
bangga menjadi kertas, dia cukup menjadi pendengar yang baik, tanpa dituntut untuk memberikan feedback sang majikan. apalagi masalah soal cinta, si kertas menjadi tempat curahan si empunya cerita, kertas siap menampungnya..
lain hal dengan segumpal tinta merah, gambaran yang menyiratkan kepedihan, amarah, luka, ancaman, masa lalu...enggan mendengarnya tetap saja kertas menjadi gol akhir si empunya cerita...
Kertas "enak yah hidupmu ", kata sehelai bulu tinta yang selalu menggerayangi tubuh kertas. jawab kertas " enak apanya, aku cuma menjadi tong sampah majikanku" setiap hari hanya kegaduhan yang dituangkannya, tak ada lagi kata-kata manis, cinta atau apalah,. "
bulu tinta TERDIAM. " yah memang seharusnya hidupmu seperti apa adanya "
Suasana menghening. Mereka sama-sama terdiam untuk waktu yang panjang.......
hingga si empunya tulisan menuntaskan ceritanya....
huftttthhh...
Cheers,
_Ch_
saya di marahi lagi
perjumpaan sore tadi sungguh membuat aku tersentak, apa yang sebenarnya terjadi.
mungkin sebaris kalimat tadi hanya sebuah intermezzo pengantar, yah seperti pembuka hidangan santapan.
seperti biasa dari rutinitas sebelumnya, bila tak ada kuliah aku akan menyambangi tempat pusaka para kawan-kawan menggila,. di mana kami biasanya menenggelamkan diskusi kami dengan berbagai macam topik hingga cerita-cerita konyol yang mengocok perut...hahahaa apalagi sendau gurau diikuti dengan semburan lelocon menjijikan.
seperti biasa, bila tak ada enam pasukan lainnya, hari ini aku menenggelamkan waktu bersama mereka, kawan yang seperti keluarga, di mana aku bisa mencurahkan segala penat yang menimbang serta jenuhnya hari yang kian memuncak. dari mulai perbincangan ringan, soal kuliah. kata si A " eh, lo abis ini kuliah apa" diikuti jawaban yang sebenarnya emang ga di butuhkan.
kemudian topik diskusi melebar hingga masalah pacar, cinta dan pernikahan. Menjengkelkan. Pastinya. bukan soal tak punya pacar atau teman dekat tapi masalah umur. (ouh God I am going 24 years old). Tanya si B kepada ku : "Mang, mau nikah umur berapa kau ??", Ku jawab pasti " paling cepat 27, paling lama 29". sebaliknya kulontarkan pertanyaan yang sama kepada si A, B, C dan D. dan ternyata mereka memang tak punya target yang pasti. Yah mungkin wajar, karena mereka terpaut usia yang sangat jauh denganku. (huffhhh).
perbicangan mengalir kemudian, tentang ini,itu, si anu si fulan si bunga (halah mulai ga jelas).
kemudian, si A, kawan yang memang tempat ku membuang isi kepalaku, bukan lantaran ingin pamer masalah kepadanya, tapi memang si A ingin tahu, dan kupikir memang dia orang yang cukup tepat.
judul di atas dimulai dari lontaran topik masalah-masalah status Facebook ku.
si A marah lantas mengeluarkan kata " HEy, Kau kenapa si dengan status FB mu ituh, ga pernah berubah !!!" sentak dadaku terasa ingin meledak. mungkin sebagian sistem koslet. Sejenak aku diam. " ituh bukan mewakili diriku kawan !!" kujawab enteng. "terus apa namanya kalau bukan kau, ituh kan FB lo, pasti tentang lo lahh !!". mungkin kawan ku benar, tapi benar belum tentu tepat.
Lanjut ku jawab " itu kamuflase tauuu !!". jawaban yang ku pikir masuk akal yang membuat mereka diam membicarakan status-status FB ku.
TAPI TERNYATA, jawaban itu menjadi senjata makan tuan..hoalllahhh ..
"berarti sekarang lo juga lagi kamuflase dounk!!" lanjutnya dengan cibiran sinis. hahaha.
mungkin mereka menganggap status-statusku itu konyol dan terkesan mellow, lemah atau seperti orang patah hati atau apalah..sebenarnya tidak. mungkin iyah aku pernah patah hati, tapi ituh tak berlangsung lama.
belum lagi si A mengomentari catatan2ku, bagus si tapi kenapa tentang cinta-cintaan mulu si.
Dalam hati ku berpikir, terus harus menulis tentang apa :Cinta itu universal kawan !!!.
tapi aku beruntung si A tidak mengomentari di postingan catatan FB ku.
tapi untuk kesekian kalinya aku di marahi lagi karena status-statusku.
entah apa yang harus kujelaskan, apa yang sebenarnya terjadi dibalik filosofi sebuah statusku itu.
mungkin tak akan ada yang mengerti, mereka cukup merepresentasikan apa yang mereka lihat dan baca mungkin paham (tepatnya pemahaman yang kurang tepat).
mungkin juga mereka mengomentari statusku lantaran belum ada seseorang yang menjadi tambatan kapalku untuk berlabuh.. bukan tak ingin merapatkan kapal itu, tapi aku lebih memilih terombang-ambing di lautan luas, karena cukup aku bisa menjangkau semuanya, beralih dari satu dermaga ke dermaga lain. mungkin suatu saat nanti pasti ADA. tenang ajah kawan, ini soal waktu.
meski pernah suatu kali seorang kawan dekat alumni mengomentari dan mengajakku untuk membuat status yang kontroversial dan sangar. ternyata aku bisa tapi tak berlangsung lama.
belum lagi alumni2 yang membaca, belum lagi si pacar, belum lagi si kwan, belum lagi si keluarga..halah semua ternyata melihat dan membaca.
Sudah cukup saya dimarahi lagi, ... jangan lagi yahhhh ..
Cheers,
_ch_
mungkin sebaris kalimat tadi hanya sebuah intermezzo pengantar, yah seperti pembuka hidangan santapan.
seperti biasa dari rutinitas sebelumnya, bila tak ada kuliah aku akan menyambangi tempat pusaka para kawan-kawan menggila,. di mana kami biasanya menenggelamkan diskusi kami dengan berbagai macam topik hingga cerita-cerita konyol yang mengocok perut...hahahaa apalagi sendau gurau diikuti dengan semburan lelocon menjijikan.
seperti biasa, bila tak ada enam pasukan lainnya, hari ini aku menenggelamkan waktu bersama mereka, kawan yang seperti keluarga, di mana aku bisa mencurahkan segala penat yang menimbang serta jenuhnya hari yang kian memuncak. dari mulai perbincangan ringan, soal kuliah. kata si A " eh, lo abis ini kuliah apa" diikuti jawaban yang sebenarnya emang ga di butuhkan.
kemudian topik diskusi melebar hingga masalah pacar, cinta dan pernikahan. Menjengkelkan. Pastinya. bukan soal tak punya pacar atau teman dekat tapi masalah umur. (ouh God I am going 24 years old). Tanya si B kepada ku : "Mang, mau nikah umur berapa kau ??", Ku jawab pasti " paling cepat 27, paling lama 29". sebaliknya kulontarkan pertanyaan yang sama kepada si A, B, C dan D. dan ternyata mereka memang tak punya target yang pasti. Yah mungkin wajar, karena mereka terpaut usia yang sangat jauh denganku. (huffhhh).
perbicangan mengalir kemudian, tentang ini,itu, si anu si fulan si bunga (halah mulai ga jelas).
kemudian, si A, kawan yang memang tempat ku membuang isi kepalaku, bukan lantaran ingin pamer masalah kepadanya, tapi memang si A ingin tahu, dan kupikir memang dia orang yang cukup tepat.
judul di atas dimulai dari lontaran topik masalah-masalah status Facebook ku.
si A marah lantas mengeluarkan kata " HEy, Kau kenapa si dengan status FB mu ituh, ga pernah berubah !!!" sentak dadaku terasa ingin meledak. mungkin sebagian sistem koslet. Sejenak aku diam. " ituh bukan mewakili diriku kawan !!" kujawab enteng. "terus apa namanya kalau bukan kau, ituh kan FB lo, pasti tentang lo lahh !!". mungkin kawan ku benar, tapi benar belum tentu tepat.
Lanjut ku jawab " itu kamuflase tauuu !!". jawaban yang ku pikir masuk akal yang membuat mereka diam membicarakan status-status FB ku.
TAPI TERNYATA, jawaban itu menjadi senjata makan tuan..hoalllahhh ..
"berarti sekarang lo juga lagi kamuflase dounk!!" lanjutnya dengan cibiran sinis. hahaha.
mungkin mereka menganggap status-statusku itu konyol dan terkesan mellow, lemah atau seperti orang patah hati atau apalah..sebenarnya tidak. mungkin iyah aku pernah patah hati, tapi ituh tak berlangsung lama.
belum lagi si A mengomentari catatan2ku, bagus si tapi kenapa tentang cinta-cintaan mulu si.
Dalam hati ku berpikir, terus harus menulis tentang apa :Cinta itu universal kawan !!!.
tapi aku beruntung si A tidak mengomentari di postingan catatan FB ku.
tapi untuk kesekian kalinya aku di marahi lagi karena status-statusku.
entah apa yang harus kujelaskan, apa yang sebenarnya terjadi dibalik filosofi sebuah statusku itu.
mungkin tak akan ada yang mengerti, mereka cukup merepresentasikan apa yang mereka lihat dan baca mungkin paham (tepatnya pemahaman yang kurang tepat).
mungkin juga mereka mengomentari statusku lantaran belum ada seseorang yang menjadi tambatan kapalku untuk berlabuh.. bukan tak ingin merapatkan kapal itu, tapi aku lebih memilih terombang-ambing di lautan luas, karena cukup aku bisa menjangkau semuanya, beralih dari satu dermaga ke dermaga lain. mungkin suatu saat nanti pasti ADA. tenang ajah kawan, ini soal waktu.
meski pernah suatu kali seorang kawan dekat alumni mengomentari dan mengajakku untuk membuat status yang kontroversial dan sangar. ternyata aku bisa tapi tak berlangsung lama.
belum lagi alumni2 yang membaca, belum lagi si pacar, belum lagi si kwan, belum lagi si keluarga..halah semua ternyata melihat dan membaca.
Sudah cukup saya dimarahi lagi, ... jangan lagi yahhhh ..
Cheers,
_ch_
Senin, 03 Mei 2010
Pelangi

ku temukan pelangi di balik semu langit yang kian menghitam...
pelangi yang telah lama ku cari ...
bersinar tanpa henti memadu kasih saling merangkul,.
di bawah awan hitam akan ku temukan setitik rongga tempat ku bernafas.,.
entah bergerak maju, entah bergerak mundur,. yang penting aku bergerak...
meski membelakangi asaku, kuanggap sebagai batu loncatan,. berpijak pada realitas, di mana aku tak terbawa angin kencang...
tetap berharap asa kan merangkulku, menjemput setiap impianku...
kesungguhan,. ketekunan,. semua ku amini dalam lipatan jemari-jemari kecil tanganku,.
Tuhan tak pernah diam, Tuhan tak pernah tidur,. Dia akan mendengar seunggukan tangisku..
aku bukan manusia yang sangat beriman,. imanku masih dangkal dan aku perlu menggali setiap rahasia Tuhan ...
Otakku dangkal, pikiranku sempit, hatiku marah, emosiku labil,.
kekurangan ku menutupi emasku .,.
hah,. yang penting aku ingin berubah.,. sekalipun aku menjadi awan yang memekat,. aku yakin bisa menjadi sebiru langit, seputih awan...
aku ingin berwarna seperti dirimu,. tubuhmu, elokmu, anggunmu, indahmu ...
"PELANGI "
Cheers,
_Ch_
Langganan:
Postingan (Atom)