Ini hari ke-11 aku menunggu datangnya suamiku. Ohh bukan, bukan suami beneran, karena aku belum menikah. Hanya saja ini seperti analogi, pemilihan kata atau apalah maksudnya itu tidak terlalu penting.
Aku duduk dipinggir jendela kamar di lantai atas, memandang luas di bawah awan muram dan langit yang mendung. Suasana sore mendung seperti ini, sepi seperti bersemedi menjadi rutinitas saat libur dan menjadi detik sempurna, karena 5 dari 7 hari yang kumiliki sebenarnya milik perusahan tempat aku bekerja. Tak ada waktu untuk berplesir merindu suami (lagi).
Dari atas lantai dua, aku bisa memandang makhluk-makhluk bumi beraktivitas menurut yang mereka suka, terpaksa atau upss ... kewajiban. Siang seperti sore karena cuaca sangat mendung gelap, langit akan menurunkan pasukan hujannya sebentar lagi. Kata dalam hatiku, "Aku rindu suamiku".
Aku berlari mencari buku tempat aku menuangkan ilmu-ilmu bersemediku saat waktu menyepi dan suasana sepi seperti ini. Kutuangkan apa ilmu yang tertangkap di depan mataku di dalam buku semedi miliku. Yup, setiap gang aku melihat janur kuning melengkung. Orkes dangdut menyeruak berisik bersahut-sahutan memekakan telingaku. Sangking berisiknya tak satupun lagu yang terdengar dengan jelas. Hanya nada-nada sumbang yang penting ramai. Huh!
Suara piring-piring catering, kecap-kecup pipi pengantin. Jeprat-jeprit berbagai gaya, senyum merekah, saweran jutaan rupiah, kebaya pengantin dan setelan jas merah marun. Ahh, semua menjadi cerita yang tertangkap mataku di saat bersemedi di sini.
Tidak hanya itu, janur kuning dimana-mana dan layu yang menjadi pemandangan siang gelap menjelang sore mendung hari ini. Sepertinya janur itu sudah lelah menjadi simbol pernikahan, yang berdiri dari subuh hingga hujan mengguyurnya. Kaki janur sudah keriput dan polesan daunnya sudah membusuk. Dari semua tanda janur berdiri, rata-rata sama sang pengantin bermuka sumringah melepas status lajang di akhir tahun dan mungkin mereka bersemangat menantikan malam-malam mendebarkan (sensor.red) meski kaki masih perih karena sepatu runcing berhak 7 senti di kaki.
Sebelas hari merindukan suami, memandang janur, mendengar desau dari kamar-kamar gelap di setiap gang. Mmm ... menjadi perjalanan bagiku menunggu datangnya suamiku. Makhluk rahasia ciptaan Tuhan yang akan menjadi penyambung keturunanku.
Yah, terbukti di bulan ini, bulan yang selalu banyak janur kuning, guyuruan hujan dan saksi kamar bisu ..
Note : Bukan cerita pribadi, hanya menuangkan yang tertangkap lensa mata setiap hari.
--------------
Warm regards
Catherine
Minggu, 11 November 2012
Sabtu, 10 November 2012
Jumat, 09 November 2012
Perfect Sh*tttt
Sempurna tanggal 9 November ...
Sempurna untuk sialll.
Arghh. Cuma bisa diam dan elus dada, semoga kejadian ini cepat terlupakan.
Perfect November 9 ...
Perfect for sh*ttt.
---------------
Arghh. Just shut up and stroked my chest, hopefully this incident quickly forgotten.
Warm regards,
Catherine
Sempurna untuk sialll.
Arghh. Cuma bisa diam dan elus dada, semoga kejadian ini cepat terlupakan.
Perfect November 9 ...
Perfect for sh*ttt.
---------------
Arghh. Just shut up and stroked my chest, hopefully this incident quickly forgotten.
Warm regards,
Catherine
Kamis, 08 November 2012
Terwujud
7 dan 8 ku skip -- kusatukan menjadi hasrat yang dalam. Saatku memejamkan mata, kuinginkan satu "Terwujud"
"Terwujud, apabila kita berani bermimpi"
--------------
7 and 8 I'm skipped - united in a passion. If I close my eyes, I want one "Manifests"
"Manifests, if we dare to dream"
Warm regards,
Catherine
Rabu, 07 November 2012
Selasa, 06 November 2012
Perjuangkan !!!
Pencarian hari kesekian ... aku mencari sesuatu yang menurutku layak untuk diperjuangkan.
Bukan cuma cinta, kasih sayang, tapi keadaan, dan paling penting aku ingin sekali memperjuangkan mimpi-mimpiku. Kelak aku ingin mempertanggung jawabkan padaNya.
Banyak mimpi, banyak mimpi dan seharusnya aku menjadi lebih semangat lagi untuk mewujudkan menjadi sesuatu yang tidak semu.
"Kenyataan terjadi dari kita yang suka bermimpi -- Dan aku percaya mimpi"
----------------
Search the umpteenth day ... I think I'm looking for something worth fighting for.
Not just love, the future, but the state, and most importantly I wanted to fight for my dreams. Someday I want to take responsibility for Him.
Many dreams, many dreams and I should be more spirit again to make it into something that is not apparent.
"The fact occur of us who like to dream - and I believe in dreams"
Warm regards,
Catherine
Bukan cuma cinta, kasih sayang, tapi keadaan, dan paling penting aku ingin sekali memperjuangkan mimpi-mimpiku. Kelak aku ingin mempertanggung jawabkan padaNya.
Banyak mimpi, banyak mimpi dan seharusnya aku menjadi lebih semangat lagi untuk mewujudkan menjadi sesuatu yang tidak semu.
"Kenyataan terjadi dari kita yang suka bermimpi -- Dan aku percaya mimpi"
----------------
Search the umpteenth day ... I think I'm looking for something worth fighting for.
Not just love, the future, but the state, and most importantly I wanted to fight for my dreams. Someday I want to take responsibility for Him.
Many dreams, many dreams and I should be more spirit again to make it into something that is not apparent.
"The fact occur of us who like to dream - and I believe in dreams"
Warm regards,
Catherine
Senin, 05 November 2012
Extravagan ....
Entah apa rasanya sekarang. Entah bagaimana aku menyebutnya bulan ini.
Jujur bulan November di tahun ini benar-benar menguji kesabaran dan mentalku sebagai orang yang tinggal hitungan beberapa hari merasakan usia 26 tahun. 26 itu usia yang sangat cukup dewasa (seharusnya---tapi tidak untukku)
Ahh rasanya bulan ini memang " luar binasa "
--------------------------
I do not know what it's like now. Somehow I call this month.
Honestly November of this year really test your patience and mentally as a person who lives a matter of few days to feel the age of 26 years. 26 was a very pretty mature age (it should --- but not for me)
Ahh it seems this month is "extravaganza"
Warm regards,
Catherine
Jujur bulan November di tahun ini benar-benar menguji kesabaran dan mentalku sebagai orang yang tinggal hitungan beberapa hari merasakan usia 26 tahun. 26 itu usia yang sangat cukup dewasa (seharusnya---tapi tidak untukku)
Ahh rasanya bulan ini memang " luar binasa "
--------------------------
I do not know what it's like now. Somehow I call this month.
Honestly November of this year really test your patience and mentally as a person who lives a matter of few days to feel the age of 26 years. 26 was a very pretty mature age (it should --- but not for me)
Ahh it seems this month is "extravaganza"
Warm regards,
Catherine
Langganan:
Postingan (Atom)

