Jumat, 02 November 2012

Dua-sebelas-dua ribu dua belas

Hari kedua di bulan November, sepertinya hari ini hari yang semakin berat yang harus gw jalani.
Bukan masalah pekerjaan, bukan pula masalah yang lain. Ini tentang pencapaian, tentang target hidup. Kayaknya membuat target dalam hidup bukanlah sesuatu perkara yang mudah, justru ini membuat gw dituntut untuk fokus dan punya komitmen untuk meraihnya. Tapi lagi-lagi kendala yang gw hadapi adalah mood dan niat yang sering naik turun. . .


The second day in November, it looks like today's the day that the weight should be through.
Not a problem job, nor other problems. It's about achievement, about living targets. I think making a target in life is not something easy cases, it is required to focus and make a commitment to achieve it. But again, only to face the obstacles mood and intentions often go up and down. . .


Will be great moment and I always said "I will do" -- I never know how I can be strong ...


Warm regards,


Catherine

Kamis, 01 November 2012

Angka Satu-Sebelas


Ini angka satu dibulan sebelas tahun dua ribu dua belas.
Sebelum menuju angka ini mengapa aku merasa takut untuk masuk ke bulan sebelas ini diakhir tahun.
Perasaan bosan, malas, jenuh dan sensitif semakin tinggi terhadap orang yang berbicara denganku.
Ahh, bukan takut untuk menghadapi hari-hari yang memang semakin berat, tapi mungkin lebih takut karena harus mempertanggung jawabkan komitmenku dengan hidupku sendiri di angka 27 nanti.

Diangka 25 ini aku merasa menjadi orang yang paling diberkati (menurutku saat itu).
Diangka 26 ... entah bagaimana aku akan menjalani 1 tahun nanti ...

Tapi merangkak menuju angka 26 ini ...
banyak hal yang menjadi ketakutanku yang sungguh benar-benar luar biasa.

Entah apa itu ... Aku cuma bisa pasrah ...


It's the number one month of the year two thousand eleven and twelve.
Before heading figure why I was afraid to go to the moon was the end of eleven years.
Feeling bored, lazy, higher saturated and sensitive to people who talk to me.
Ahh, is not afraid to face the days are getting heavier, but probably more afraid of having to take responsibility for my commitment to my own life at number 27 later.

At 25 I feel to be the most blessed (think time).
At 26 ... somehow I'm going to undergo one year later ...

But crawl into the 26's ...
many things to fear that it is really incredible.

I do not know what it is ... I just can surrender ..



Warm regards,

Catherine

Sabtu, 21 Juli 2012

Kombinasi


Masih mampukah kamu berjalan beriringan bersama aku ?
Mampukah aku dan kamu bertahan dalam larutan ini …

Kamu adalah larutan secangkir teh hambar tanpa gula yang setiap bertemu kamu pesan, kamu tak sekalipun jenuh berwarna sama dari hari ke hari, pekat kecoklatan, tak berasa karena kamu tak pernah menetesinya dengan sebutir gula pasir ataupun setetes madu… kamu hanya berusaha mencampurnya dengan sebongkah es batu, agar tetap nikmat dan sejuk …

Sementara aku larutan kental berwarna-warni, yang kerap berasa manis, pahit, asam dan kadang kecut yang bahkan tidak pernah kamu coba untuk mencicipinya dikala haus.

Aku larutan yang kerap memberikan rasa pahit disetiap seruput bibirmu, aku larutan yang kerap kamu tau dimana aku berada, dan menetap tanpa gerak kemana pun.  

Kamu larutan yang berada kesana kemari, kamu yang selalu dicari orang untuk sekedar meredakan rasa haus mereka.

Ibarat inilah aku dan kamu, aku hafal kesukaanmu setiap berjumpa, kamu jeli setiap tingkah usilku saat bertemu … Kita berdua tau tanpa berani mencoba mengusik tradisi yang sudah ada selama 8 tahun bersama, atau mencoba merubah rasanya …


Terima kasih telah menjadi es teh tawar yang menyejukan dikala haus,
Terima kasih telah menjadi rasa pahit, dikala bosan dengan rasa manis,

Aku kombinasi rasa pahitmu dan rasa manismu …
Dalam larutan berbeda itulah kita bertemu, dan saling bertanya ?
Any order at same times ? or Not order in any times ?


Secangkir es teh tawar, tanpa gula itu kamu …









Aku, green tea ice blended, dengan sedikit es dan krim diatasnya …





 “ Pesan satu yah mba …” ujar kamu setiap kali kepada pelayan cafe.

Le’gra

Aku



Kamis, 31 Mei 2012

Kusebut kau gelap ...


Gelap …  Aku ingin tidur malam ini … ingin kupejamkan mataku, agar tak tampak satu berkas sinar yang menganggu retinaku. Mengapa ? Karena aku ingin melihat sorot matamu

Gelap …  Aku ingin berbagi mimpi dengan sang malam, agar bukan cuma aku yang merasakan kebahagiaan ini … aku tak ingin disebut si rakus

Gelap …. Aku ingin menguntai kata-kata di dalam tidur bisuku … tau mengapa ? karena aku tak bisa katakan padanya bahwa, aku merindunya di sini

Gelap … Jangan segera gusur remang-remangmu … biarkan bulan menyinari bola mataku supaya aku bisa menyimpulkan senyum untuknya

Dan mengapa, gelap … harus ada gelap saat mata terpejam ?? kenapa gelap disebut gelap, mengapa gelap tak disebut terang …

Sekali lagi, aku ingin gelap sebagai terang … karena hanya dalam gelap, aku bisa merengkuh  bayang putihmu, gigimu yang seputih susu, tanganmu sebening kristal … sinarmu terang diantara gelap ..
Maka kusebut gelap sebagai si terang

Terima kasih gelap  … 




L'Granos

Catherine

Rabu, 30 Mei 2012

Malaikat tanpa sayap



Malaikat tanpa sayap ,
Kamu terbang dan mencoba hinggap di ranting-rantingku …

Mengenal sayapmu …
Mungkin aku luluh, mungkin aku peluh ..
Tapi tidak mungkin  lagi …

Melihat kepak sayapmu …
Dulu aku nyaman, dulu akan aman …
Tapi tidak untuk saat ini …

Kamu malaikat datang tanpa sayap,
Mengintip-intip dari keramaian …

Mengawasi, mencoba hampiri aku yang berpeluh …

Kamu lihat aku lugu, kamu tau aku malu …

Kamu salah, aku tak selugu itu …


Kamu kira aku bodo, kamu pikir aku mau …

Tapi kamu keliru, aku tak sebodoh itu …


Terima kasih telah datang tanpa sayapmu …
Meninggalkan bulu-bulu seperti domba …

Ceritanya sudah usai, dan tak ada kata “LAINKALI”

Ending …..







L'Granos,

Cath

Sabtu, 05 Mei 2012

Mengandalkan Tuhan

Aku selalu dapat mengandalkan Allah, Bapa surgawiku,
Karena Dia tidak berubah, Dia selalu sama;
Kemarin, hari ini, selamanya, Allah itu setia,
Kutahu Dia mengasihiku, pujilah nama-Nya yang kudus.

Amin :)

Jumat, 04 Mei 2012

Rest In Heaven


Bertemu kamu aku menjadi lebih kuat.
Ku ingat bagaimana kamu mengajarkan aku melukiskankan pelangi saat langit mendung.
Menyapa petir saat hujan deras turun dan memayungi semua mimpiku agar tak tersapu dan hanyut bersama angan-angan.

Berjumpa denganmu membuat aku menjadi diriku sendiri.
Katamu, tak boleh menjadi orang lain. Bukankan setiap awan itu serupa, lalu apakah kamu mau serupa dengan awan lain ? Seorang aku begitu berharga untuk dirinya sendiri, bukan ?
Menggapai garis khatulistiwa yang mungkin luput dari jangkauan tangan mereka.

Bersama dengan kamu, mengajarkan aku bagaimana mencari dan menunggu.
Ditelingaku kamu berbisik sendu, tak perlu khawatir dengan apa yang hendakku cari. Karena aku telah menemukannya.
“Jika jodohnya itu dengan kamu, bagaimanapun caranya, kelak dia akan menggenggam rapat-rapat tanganmu, “

Oleh kamu, aku belajar menikmati rasa pahit kopi.
Panjang lebar kamu menjelaskan, ada rasa manis disetiap teguk kopi pahit. Kuingat kamu memaksaku menghapus airmata dan meneguk segelas kopi itu. Ingin kumuntahkan, lalu berlari dan berteriak, PAHITTTT”

Kamu berteriak, dan menganggap aku adalah orang paling idiot. “Anggap kopi adalah kehidupan, dan jadikan ampasnya sebagai kenangan. Bukti kamu kuat dan tidak lari dari kenyataan”. Aku semakin lunglai, mataku nanar, langkahku gontai. saat itulah kamu merengkuh tubuhku yang tak berdaya.

….
Bila sejak awal kusadari itu kamu, sudah sejak dulu aku tak akan pernah mencari. Aku tak akan pernah berlayar mencari yang memang bukan ditakdirkan untuk bersamaku.

Andai sejak awal, kupeka dengan bulir airmatamu saat merengkuh rapat tubuhku saat hujan itu, aku tak akan membiarkan kamu mencari yang lain, karena aku tau yang kamu cari hanya aku.
….
Kini kududuk rapat bersama denganmu. Melihat kamu tertidur pulas. dan aku meringis dalam hati, “Tak kah kamu lihat, aku berjaga semalaman hanya untuk menunggu senyummu, menghapus derai pilumu, “

Aku ingin terbang bersama kamu ke sana,  “Kelak di sana kita akan merengkuh awan itu bersama. Hingga tak ada lagi yang menggantikan senyummu,” ucapmu.


Kataku berbisik, “Tidurlah sayang, aku akan tetap terjaga dan menunggu kamu hingga terbangun".

"Besok aku akan menerbangkan layang-layang (lagi) ke angkasa untuk menyampaikan pesan ke penjaga semesta di langit biru, agar Ia tau aku merindu kamu di sini".

Rest in heaven ...

Loves, 

Cath